Sabtu, 15 September 2012


SEJARAH SRIWIJAYA


Ilmu Pengetahuan Mengenai Sejarah Kerajaan Sriwijaya Baru Lahir Pada Permulaan Abad Ke-20 M, Ketika George Coedes Menulis Sebuah Karangannya Mengenai Kerajaan Sriwijaya Berjudul Le Royaume De Crivijaya Pada Tahun 1918 M. Sebenarnya, Lima Tahun Sebelum Itu, Yaitu Pada Tahun 1913 M, Kern Telah Menerbitkan Tulisan Tentang Prasasti Kota Kapur, Sebuah Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Yang Ditemukan Di Pulau Bangka.

Namun Saat Itu, Kern Masih Menganggap Nama Kerajaan Sriwijaya Yang Tercantum Pada Prasasti Tersebut Sebagai Nama Seorang Raja, Karena Cri Biasanya Digunakan Sebagai Sebutan Atau Gelar Raja. Pada Tahun 1896 M, Sarjana Jepang Takakusu Menerjemahkan Karya I-Tsing, Nan-Hai-Chi-Kuei-Nai Fa-Chan Ke Dalam Bahasa Inggris Dengan Judul A Record Of The Budhist Religion As Practised In India And The Malay Archipelago.

Namun, Dalam Buku Tersebut Tidak Terdapat Nama Kerajaan Sriwijaya, Yang Ada Hanya Shih-Li-Fo-Shih. Dari Terjemahan Prasasti Kota Kapur Yang Memuat Nama Kerajaan Sriwijaya Dan Karya I-Tsing Yang Memuat Nama Shih-Li-Fo-Shih, Coedes Kemudian Menetapkan Bahwa, Kerajaan Sriwijaya Adalah Nama Sebuah Kerajaan Di Sumatera Selatan.

Banyak Dugaan Bahwa Awal Masuknya Agama Buddha Ke Indonesia Adalah Pada Kedatangan Aji Saka Ke Tanah Jawa Pada Awal Abad Kesatu. Dugaan Ini Berawal Dari Etimologis Terhadap Kata Aji Saka Itu Sendiri, Serta Hal-Hal Yang Berkaitan Dengannya. Kata " Aji " Dalam Bahasa Kawi Bisa Berarti Ilmu Yang Ada Hubungannya Dengan Kitab Suci, Sedangkan " Saka " Ditafsirkan Sebagai Kata Sakya Yang Mengalami Transformasi.

Dengan Demikian Mungkin Kata Aji Saka Ditafsirkan Sebagai Gelar Raja Tritustha Yang Ahli Mengenai Kitab Suci Sakya, Dalam Hal Ini Ahli Tentang Buddha Dhamma, Selain Dianggap Sebagai Orang Yang Bertanggung Jawab Terhadap Pembuatan Aksara Jawa. Bila Hal Ini Benar, Tarikh Saka Yang Permulaanya Dinyatakan Sebagai " Nir Wuk Tanpa Jalu " [ Nir Berarti Kosong [ 0 ], Wuk Berarti Tidak Jadi [ 0 ], Tanpa Berarti 0 Dan Jalu Sama Dengan 1 ] Yang Sekaligus Dimaksudkan Untuk Mengabadikan Pendaratan Pertama Aji Saka Di Jepara.

Lebih Lanjut, Coedes Juga Menetapkan Bahwa, Letak Ibukota Kerajaan Sriwijaya Adalah Palembang, Dengan Bersandar Pada Anggapan Groeneveldt Dalam Karangannya, Notes On The Malay Archipelago And Malacca, Compiled From Chinese Source, Yang Menyatakan Bahwa, San-Fo-Tsi Adalah Palembang.
Sumber Lain Yang Juga Menunjukan Hal Yang Sama, Yaitu Beal Mengemukakan Pendapatnya Pada Tahun 1886 Bahwa, Shih-Li-Fo-Shih Merupakan Suatu Daerah Yang Terletak Di Tepi Sungai Musi, Dekat Kota Palembang Sekarang. Dari Pendapat Ini, Kemudian Muncul Suatu Kecenderungan Di Kalangan Sejarawan Untuk Menganggap Palembang Sebagai Pusat Kerajaan Sriwijaya.

Banyak Sumber Pengetahuan Kita Tentang Agama Buddha Diambil Dari Prasasti Yang Ditemukan Dan Dari Catatan-Catatan Luar Negri, Yaitu Dari Orang China Yang Mengunjungi Indonesia. Prasasti Yang Berasal Dari Abad Kelima Hingga Ketujuh Tidak Terlalu Banyak Memberikan Informasi. Prasasti Itu Berasal Dari Kalimantan, Sumatra Dan Jawa.

Dari Prasasti Itu Kita Hanya Mengetahui Bahwa Pada Waktu Itu Ada Raja-Raja Yang Memiliki Nama Yang Berbau India, Seperti Mulawarman Di Kutti Dan Purnawarman Di Jawa-Barat. Tetapi Hal Itu Tidak Berarti Bahwa Raja Tersebut Berasal Dari India. Yang Paling Mungkin Adalah Raja-Raja Tersebut Adalah Orang Indonesia Asli Yang Sudah Masuk Agama Yang Datang Dari India. Selanjutnya Prasasti Tersebut Menunjukan Bahwa Agama Yang Dipeluk Adalah Agama Hindu. Tapi Dari Penemuan Patung-Patung Buddha, Dapat Disimpulkan Bahwa Agama Buddha Juga Sudah Ada, Walaupun Jumlahnya Masih Sedikit.

Sumber Lain Yang Mendukung Keberadaan Palembang Sebagai Pusat Kerajaan Sriwijaya Adalah Prasasti Telaga Batu. Prasasti Ini Berbentuk Batu Lempeng Mendekati Segi Lima, Di Atasnya Ada Tujuh Kepala Ular Kobra, Dengan Sebentuk Mangkuk Kecil Dengan Cerat [ Mulut Kecil Tempat Keluar Air ] Di Bawahnya. Menurut Para Arkeolog, Prasasti Ini Digunakan Untuk Pelaksanaan Upacara Sumpah Kesetiaan Dan Kepatuhan Para Calon Pejabat Di Kerajaan Sriwijaya.

Dalam Prosesi Itu, Pejabat Yang Disumpah Meminum Air Yang Dialirkan Ke Batu Dan Keluar Melalui Cerat Tersebut. Sebagai Sarana Untuk Upacara Persumpahan, Prasasti Seperti Itu Biasanya Ditempatkan Di Pusat Kerajaan. Karena Ditemukan Di Sekitar Palembang Pada Tahun 1918 M, Maka Diduga Kuat Palembang Merupakan Pusat Kerajaan Sriwijaya
Beberapa Ahli Mengatakan Bahwa Ye-Po-Ti Adalah Jawa [ Javadvipa ]. Fah-Hien Menyebutkan Ada Umat Buddha Di Ye-Po-Ti, Walaupun Cuma Sedikit. Sekalipun Demikian Agaknya Sesudah Abad Kelima Keadaan Berubah. Tidak Sampai Tiga Ratus Tahun Kemudian, Pada Akhir Abad Ketujuh, Biksu China I-Tsing Mencatat Dengan Lengkap Agama Buddha Dan Aplikasinya Di India Dan Melayu.

Ketertarikan Utamanya Adalah Pada " Rumah Agama Buddha " India Utara Dimana I-Tsing Tinggal Dan Belajar Disana Selama Lebih Dari Sepuluh Tahun. Dari Catatannya Dapat Dikatakan Bahwa Agama Buddha Di India Dan Sumatra Mempunyai Banyak Kesamaan, Dimana I-Tsing Juga Menemukan Perbedaan Antara Agama Buddha Di China Dan Di India. I-Tsing Menghabiskan Waktunya Hidup Sendirian Sebagai Biksu Di India Dan Sumatra. Seluruh Bukunya Merupakan Catatan Lengkap Tentang Kehidupan Biarawan. Ia Tinggal Di India Seluruhnya Berdasarkan Peraturan Vinnaya.

Bila Dibandingkan Catatan Fah-Hien Tahun 414 Dengan Catatan I-Tsing, Dapat Diambil Kesimpulan Bahwa Agama Buddha Dipulau Jawa Dan Sumatra Telah Dibangun Dengan Sangat Cepat. Pekerjaan I-Tsing Selain Menulis Catatan Seperti Dikemukakan Diatas, Ia Juga Menulis Buku Tentang Perjalanan Seorang Guru Agama Terkenal Yang Pergi Ke Negri Disebelah Barat [ Kerajaan Sriwijaya ? ].

Diceritakannya Pada Catatannya Itu, Kehidupan Biarawan Yang Pada Intinya Hampir Sama Dengan Yang Ada Di India. Dalam Bukunya Dikatakan Bahwa Biksu Asli Jawa Dan Sumatra Adalah Sarjana Sanskrit Yang Sangat Bagus. Salah Saatunya Adalah Jnanabhadra Yang Merupakan Orang Jawa Asli Yang Tinggal Di Sumatra Dan Bertindak Sebagai Guru Bagi Biksu China Dan Membantu Menterjemahkan Sutra Kedalam Bahasa China. Bahasa Yang Digunakan Oleh Biksu Buddha Adalah Bahasa Sanskrit.

Bahasa Pali Tidak Digunakan. Bagaimanapun Hal Ini Tidak Boleh Dijadikan Patokan Bahwa Agama Buddha Yang Berkembang Disini Adalah Mahayana. I-Tsing Menjelaskan Dalam Bukunya. Agama Buddha Dipeluk Diseluruh Negri Ini Dan Kebanyakan Sistem Yang Diadopsi Adalah Hinayana, Kecuali Di Melayu Dimana Ada Sedikit Yang Mengadopsi Mahayana. Sudah Banyak Diketahui Umum Bahwa Literatur Agama Buddha Berbahasa Sanskrit Tidak Melulu Berarti Mahayana.

Inilah Bentuk Agama Buddha Yang Mencapai Kepulauan Di Laut Selatan. I-Tsing Mengatakan Di Kepulauan Di Laut Selatan, Mulasarvastivadanikayo Hampir Secara Universal Di Adaptasi. I-Tsing Tampaknya Tidak Mempermasalahkan Perbedaan Antara Penganut Hinayana Dan Mahayana. Dikatakannya :
Mereka Yang Menyembah Bodhisatta Dan Membaca Sutra Mahayana Disebut Penganut Mahayana. Sementara Yang Tidak Disebut Penganut Hinayana. Kedua Sistem Ini Sesuai Dengan Ajaran Dhamma.

Dapatkah Kita Katakan Mana Yang Benar? Keduanya Mengajarkan Kebajikan Dan Membimbing Kita Ke Nirvana. Keduanya Menuju Kepada Pemusnahan Nafsu Dan Penyelamatan Semua Mahluk Hidup. Kita Tidak Boleh Mempersoalkan Perbedaan Ini. Membuat Keraguan Yang Malah Akan Membuat Kebingungan. Dari Karya-Karyanya Dapat Dikatakan Bahwa I-Tsing Tidaklah Terlalu Dalam Bergelut Dalam Masalah Filosofi Buddhis Tetapi Hanya Tertarik Pada Kehidupan Biarawan Dan Tugas-Tugas Yang Diemban Oleh Mereka. Dengan Kata Lain, Ia Memberikan Seluruh Waktunya Untuk Belajar Vinnaya Dan Kehidupan Biarawan
Sebagai Pusat Kerajaan, Kondisi Palembang Ketika Itu Bersifat Mendesa [ Rural ], Tidak Seperti Pusat-Pusat Kerajaan Lain Yang Ditemukan Di Wilayah Asia Tenggara Daratan, Seperti Di Thailand, Kamboja, Dan Myanmar. Bahan Utama Yang Dipakai Untuk Membuat Bangunan Di Pusat Kota Kerajaan Sriwijaya Adalah Kayu Atau Bambu Yang Mudah Didapatkan Di Sekitarnya. Oleh Karena Bahan Itu Mudah Rusak Termakan Zaman, Maka Tidak Ada Sisa Bangunan Yang Dapat Ditemukan Lagi.

Kalaupun Ada, Sisa Pemukiman Dengan Konstruksi Kayu Tersebut Hanya Dapat Ditemukan Di Daerah Rawa Atau Tepian Sungai Yang Terendam Air, Bukan Di Pusat Kota, Seperti Di Situs Ujung Plancu, Kabupaten Batanghari, Jambi. Memang Ada Bangunan Yang Dibuat Dari Bahan Bata Atau Batu, Tapi Hanya Bangunan Sakral [ Keagamaan ], Seperti Yang Ditemukan Di Palembang, Di Situs Gedingsuro, Candi Angsoka, Dan Bukit Siguntang, Yang Terbuat Dari Bata. Sayang Sekali, Sisa Bangunan Yang Ditemukan Tersebut Hanya Bagian Pondasinya Saja.

Seiring Perkembangan, Semakin Banyak Ditemukan Data Sejarah Berkenaan Dengan Kerajaan Sriwijaya. Selain Prasasti Kota Kapur, Juga Ditemukan Prasasti Karang Berahi [ Ditemukan Tahun 1904 M ], Telaga Batu [ Ditemukan Tahun 1918 M ], Kedukan Bukit [ Ditemukan Tahun 1920 M ] Talang Tuo [ Ditemukan Tahun 1920 M ] Dan Boom Baru.

Di Antara Prasasti Di Atas, Prasasti Kota Kapur Merupakan Yang Paling Tua, Bertarikh 682 M, Menceritakan Tentang Kisah Perjalanan Suci Dapunta Hyang Dari Minanga Dengan Perahu, Bersama Dua Laksa [ 20.000 ] Tentara Dan 200 Peti Perbekalan, Serta 1.213 Tentara Yang Berjalan Kaki. Perjalanan Ini Berakhir Di Mukha-P. Di Tempat Tersebut, Dapunta Hyang Kemudian Mendirikan Wanua [ Perkampungan ] Yang Diberi Nama Kerajaan Sriwijaya.

Dalam Prasasti Talang Tuo Yang Bertarikh 684 M, Disebutkan Mengenai Pembangunan Taman Oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa Untuk Semua Makhluk, Yang Diberi Nama Sriksetra. Dalam Taman Tersebut, Terdapat Pohon-Pohon Yang Buahnya Dapat Dimakan. Data Tersebut Semakin Lengkap Dengan Adanya Berita Cina Dan Arab. Sumber Cina Yang Paling Sering Dikutip Adalah Catatan I-Tsing.

Ia Merupakan Seorang Peziarah Budha Dari China Yang Telah Mengunjungi Kerajaan Sriwijaya Beberapa Kali Dan Sempat Bermukim Beberapa Lama. Kunjungan I-Sting Pertama Adalah Tahun 671 M. Dalam Catatannya Disebutkan Bahwa, Saat Itu Terdapat Lebih Dari Seribu Orang Pendeta Budha Di Kerajaan Sriwijaya. Aturan Dan Upacara Para Pendeta Budha Tersebut Sama Dengan Aturan Dan Upacara Yang Dilakukan Oleh Para Pendeta Budha Di India
I-Tsing Tinggal Selama 6 Bulan Di Kerajaan Sriwijaya Untuk Belajar Bahasa Sansekerta, Setelah Itu, Baru Ia Berangkat Ke Nalanda, India. Setelah Lama Belajar Di Nalanda, I-Tsing Kembali Ke Kerajaan Sriwijaya Pada Tahun 685 Dan Tinggal Selama Beberapa Tahun Untuk Menerjemahkan Teks-Teks Budha Dari Bahasa Sansekerta Ke Bahasa Cina. Catatan Cina Yang Lain Menyebutkan Tentang Utusan Kerajaan Sriwijaya Yang Datang Secara Rutin Ke Cina, Yang Terakhir Adalah Tahun 988 M.

Dalam Sumber Lain, Yaitu Catatan Arab, Kerajaan Sriwijaya Disebut Sribuza. Masudi, Seorang Sejarawan Arab Klasik Menulis Catatan Tentang Kerajaan Sriwijaya Pada Tahun 955 M. Dalam Catatan Itu, Digambarkan Kerajaan Sriwijaya Merupakan Sebuah Kerajaan Besar, Dengan Tentara Yang Sangat Banyak.

Hasil Bumi Kerajaan Sriwijaya Adalah Kapur Barus, Kayu Gaharu, Cengkeh, Kayu Cendana, Pala, Kardamunggu, Gambir Dan Beberapa Hasil Bumi Lainya. Dari Catatan Asing Tersebut, Bisa Diketahui Bahwa Kerajaan Sriwijaya Merupakan Kerajaan Besar Pada Masanya, Dengan Wilayah Dan Relasi Dagang Yang Luas Sampai Ke Madagaskar.

Sejumlah Bukti Lain Berupa Arca, Stupika, Maupun Prasasti Lainnya Semakin Menegaskan Bahwa, Pada Masanya Kerajaan Sriwijaya Adalah Kerajaan Yang Mempunyai Komunikasi Yang Baik Dengan Para Saudagar Dan Pendeta Di Cina, India Dan Arab. Hal Ini Hanya Mungkin Bisa Dilakukan Oleh Sebuah Kerajaan Yang Besar, Berpengaruh, Dan Diperhitungkan Di Kawasannya.

Seperti Dikemukakan Diatas, Di Sumatra Dan Jawa Lebih Berkembang Hinayana. I-Tsing Menceritakan Bahwa Di Melayu, Ditengah-Tengah Pesisir Timur Sumatra Ada Pula Yang Menganut Mahayana. Dari Sumber Lain Dijelaskan Bahwa Sebelum Kedatangan I-Tsing, Telah Datang Biksu Dari India Dharmapala, Ke Melayu Dan Menyebarkan Aliran Mahayana.

Awal Abad Ke-20, Dua Prasasti Ditemukan Di Dekat Palembang Yang Bercorak Mahayana. Prasasti Lain Yang Dibuat Tahun 775, Ditemukan Di Viengsa, Semenanjung Melayu Mengemukakan Bahwa Salah Satu Raja Kerajaan Sriwijaya Dari Keturunan Syailendra - Yang Tidak Cuma Memerintah Di Selatan Sumatra Tapi Juga Dibagian Selatan Semenanjung Melayu - Memerintahkan Pembangunan Tiga Stupa. Ketiga Stupa Tersebut Dipersembahkan Kepada Buddha, Bodhisatwa Avalokitesvara Dan Vajrapani. Dan Ditempat Lain Ditemukan Plat Emas Yang Bertuliskan Beberapa Nama Dyani Buddha, Yang Jelas-Jelas Merupakan Aliran Mahayana.

Dari Berita I-Tsing Itu Selanjutnya Kita Dapat Mengambil Kesimpulan Bahwa Pada Waktu Itu Kerajaan Sriwijaya Menjadi Pusat Agama Buddha. Disana Terdapat Sebuah Perguruan Tinggi Buddha Yang Tidak Kalah Dengan Perguruan Yang Ada Di Nalanda India. Ada Lebih Dari 1000 Biksu Yang Ajaran Serta Tata Upacaranya Sama Dengan Yang Ada Di India.

Kecuali Pengikut Hinayana, Di Kerajaan Sriwijaya Juga Terdapat Pengikut Mahayana. Bahkan Ada Guru Mahayana Yang Mengajar Disitu. Dari Berita Ini Jelas Bahwa Kerajaan Sriwijaya Adalah Pusat Agama Buddha Mahayana, Yang Terbuka Bagi Gagasan Baru Dan Yang Juga Senang Mengadakan Pekerjaan Ilmiah. Oleh Karena Itu Musafir China Yang Ingin Belajar Di India Pasti Singgah Di Kerajaan Sriwijaya Untuk Mengadakan Persiapan. Hal Itu Juga Dilakukan Oleh I-Tsing Sendiri.

BUKTI PALEMBANG PUSAT KERAJAAN SRIWIJAYA

Pada Tahun 1913 M, Kern Telah Menerbitkan Tulisan Tentang Prasasti Kota Kapur, Sebuah Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Yang Ditemukan Di Pulau Bangka. Namun Saat Itu, Kern Masih Menganggap Nama Kerajaan Sriwijaya Yang Tercantum Pada Prasasti Tersebut Sebagai Nama Seorang Raja, Karena Cri Biasanya Digunakan Sebagai Sebutan Atau Gelar Raja.
George Coedes Dalam Tulisannya Mengenai Kerajaan Sriwijaya Berjudul Le Royaume De Crivijaya Pada Tahun 1918 M, Menetapkan Bahwa, Kerajaan Sriwijaya Adalah Nama Sebuah Kerajaan Di Sumatera Selatan.
Sarjana Jepang Takakusu Menerjemahkan Karya I-Tsing, Nan-Hai-Chi-Kuei-Nai Fa-Chan Ke Dalam Bahasa Inggris Dengan Judul A Record Of The Budhist Religion As Practised In India And The Malay Archipelago. Namun, Dalam Buku Tersebut Tidak Terdapat Nama Kerajaan Sriwijaya, Yang Ada Hanya Shih-Li-Fo-Shih. Dari Terjemahan Prasasti Kota Kapur Yang Memuat Nama Kerajaan Sriwijaya Dan Karya I-Tsing Yang Memuat Nama Shih-Li-Fo-Shih, Coedes Kemudian Menetapkan Bahwa, Kerajaan Sriwijaya Adalah Nama Sebuah Kerajaan Di Sumatera Selatan.

Lebih Lanjut, Coedes Juga Menetapkan Bahwa, Letak Ibukota Kerajaan Sriwijaya Adalah Palembang, Dengan Bersandar Pada Anggapan Groeneveldt Dalam Karangannya, Notes On The Malay Archipelago And Malacca, Compiled From Chinese Source, Yang Menyatakan Bahwa, San-Fo-Tsi Adalah Palembang. Sumber Lain, Yaitu Beal Mengemukakan Pendapatnya Pada Tahun 1886 Bahwa, Shih-Li-Fo-Shih Merupakan Suatu Daerah Yang Terletak Di Tepi Sungai Musi, Dekat Kota Palembang Sekarang. Dari Pendapat Ini, Kemudian Muncul Suatu Kecenderungan Di Kalangan Sejarawan Untuk Menganggap Palembang Sebagai Pusat Kerajaan Sriwijaya.

Sumber Lain Yang Mendukung Keberadaan Palembang Sebagai Pusat Kerajaan Sriwijaya Adalah Prasasti Telaga Batu. Prasasti Ini Berbentuk Batu Lempeng Mendekati Segi Lima, Di Atasnya Ada Tujuh Kepala Ular Kobra, Dengan Sebentuk Mangkuk Kecil Dengan Cerat [ Mulut Kecil Tempat Keluar Air ] Di Bawahnya. Menurut Para Arkeolog, Prasasti Ini Digunakan Untuk Pelaksanaan Upacara Sumpah Kesetiaan Dan Kepatuhan Para Calon Pejabat Di Kerajaan Sriwijaya. Dalam Prosesi Itu, Pejabat Yang Disumpah Meminum Air Yang Dialirkan Ke Batu Dan Keluar Melalui Cerat Tersebut. Sebagai Sarana Untuk Upacara Persumpahan, Prasasti Seperti Itu Biasanya Ditempatkan Di Pusat Kerajaan. Karena Ditemukan Di Sekitar Palembang Pada Tahun 1918 M, Maka Diduga Kuat Palembang Merupakan Pusat Kerajaan Sriwijaya.

Petunjuk Lain Yang Menyatakan Bahwa Palembang Merupakan Pusat Kerajaan Sriwijaya Juga Diperoleh Dari Hasil Temuan Barang-Barang Keramik Dan Tembikar Di Situs Talang Kikim, Tanjung Rawa, Bukit Siguntang Dan Kambang Unglen, Semuanya Di Daerah Palembang. Keramik Dan Tembikar Tersebut Merupakan Alat Yang Digunakan Dalam Kehidupan Sehari-Hari. Temuan Ini Menunjukkan Bahwa, Pada Masa Dulu, Di Palembang Terdapat Pemukiman Kuno. Dugaan Ini Semakin Kuat Dengan Hasil Interpretasi Foto Udara Di Daerah Sebelah Barat Kota Palembang, Yang Menggambarkan Bentuk-Bentuk Kolam Dan Kanal. Kolam Dan Kanal-Kanal Yang Bentuknya Teratur Itu Kemungkinan Besar Buatan Manusia, Bukan Hasil Dari Proses Alami. Dari Hasil Temuan Keramik Dan Kanal-Kanal Ini, Maka Dugaan Para Arkeolog Bahwa Palembang Merupakan Pusat Kerajaan Sriwijaya Semakin Kuat.

BENDA PENINGGALAN KERAJAAN SRIWIJAYA

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Diantaranya Adalah Prasasti Kota Kapur, Sebuah Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Yang Ditemukan Di Pulau Bangka. Kern Telah Menerbitkan Tulisan Tentang Prasasti Kota Kapur, Namun Saat Itu, Kern Masih Menganggap Nama Kerajaan Sriwijaya Yang Tercantum Pada Prasasti Tersebut Sebagai Nama Seorang Raja, Karena Cri Biasanya Digunakan Sebagai Sebutan Atau Gelar Raja.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Yang Lain Adalah Prasasti Telaga Batu. Prasasti Telaga Batu Berbentuk Batu Lempeng Mendekati Segi Lima, Di Atasnya Ada Tujuh Kepala Ular Kobra, Dengan Sebentuk Mangkuk Kecil Dengan Cerat [ Mulut Kecil Tempat Keluar Air ] Di Bawahnya. Menurut Para Arkeolog, Prasasti Ini Digunakan Untuk Pelaksanaan Upacara Sumpah Kesetiaan Dan Kepatuhan Para Calon Pejabat Di Kerajaan Sriwijaya. Dalam Prosesi Itu, Pejabat Yang Disumpah Meminum Air Yang Dialirkan Ke Batu Dan Keluar Melalui Cerat Tersebut. Sebagai Sarana Untuk Upacara Persumpahan, Prasasti Seperti Itu Biasanya Ditempatkan Di Pusat Kerajaan. Karena Ditemukan Di Sekitar Palembang Pada Tahun 1918 M, Maka Diduga Kuat Palembang Merupakan Pusat Kerajaan Sriwijaya.

Masih Ada Lagi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Lainnya, Yaitu Barang-Barang Keramik Dan Tembikar. Peninggalan Berupa Barang-Barang Keramik Dan Tembikar Ini Ditemukan Di Situs Talang Kikim, Tanjung Rawa, Bukit Siguntang Dan Kambang Unglen. Kesemuanya Di Daerah Palembang. Keramik Dan Tembikar Tersebut Merupakan Alat Yang Digunakan Dalam Kehidupan Sehari-Hari. Temuan Ini Menunjukkan Bahwa, Pada Masa Dulu, Di Palembang Terdapat Pemukiman Kuno. Dugaan Ini Semakin Kuat Dengan Hasil Interpretasi Foto Udara Di Daerah Sebelah Barat Kota Palembang, Yang Menggambarkan Bentuk-Bentuk Kolam Dan Kanal. Kolam Dan Kanal-Kanal Yang Bentuknya Teratur Itu Kemungkinan Besar Buatan Manusia, Bukan Hasil Dari Proses Alami.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Berupa Prasasti Selain Prasasti Kota Kapur Adalah Prasasti Karang Berahi [ Ditemukan Tahun 1904 M ], Prasasti Telaga Batu [ Ditemukan Tahun 1918 M ], Prasasti Kedukan Bukit [ Ditemukan Tahun 1920 M ], Prasasti Talang Tuo [ Ditemukan Tahun 1920 M ] Dan Boom Baru. Di Antara Prasasti Di Atas, Prasasti Kota Kapur Merupakan Yang Paling Tua, Berangka Tahun 682 M, Menceritakan Tentang Kisah Perjalanan Suci Dapunta Hyang Dari Minanga Dengan Perahu, Bersama Dua Laksa [ 20.000 ] Tentara Dan 200 Peti Perbekalan, Serta 1.213 Tentara Yang Berjalan Kaki. Perjalanan Ini Berakhir Di Mukha-P. Di Tempat Tersebut, Dapunta Hyang Kemudian Mendirikan Wanua [ Perkampungan ] Yang Diberi Nama Sriwijaya.

Dalam Prasasti Talang Tuo Yang Bertarikh 684 M, Disebutkan Mengenai Pembangunan Taman Oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa Untuk Semua Makhluk, Yang Diberi Nama Sriksetra. Dalam Taman Tersebut, Terdapat Pohon-Pohon Yang Buahnya Dapat Dimakan.

Dari Prasasti Kota Kapur Yang Ditemukan JK Van Der Meulen Di Pulau Bangka Pada Bulan Desember 1892 M, Diperoleh Petunjuk Mengenai Kerajaan Sriwijaya Yang Sedang Berusaha Menaklukkan Bumi Jawa. Meskipun Tidak Dijelaskan Wilayah Mana Yang Dimaksud Dengan Bhumi Jawa Dalam Prasasti Itu, Beberapa Arkeolog Meyakini, Yang Dimaksud Bhumi Jawa Itu Adalah Kerajaan Tarumanegara Di Pantai Utara Jawa Barat. Selain Dari Isi Prasasti, Wilayah Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya Juga Bisa Diketahui Dari Persebaran Lokasi Prasasti-Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Tersebut. Di Daerah Lampung Ditemukan Prasasti Palas Pasemah, Di Jambi Ada Karang Berahi, Di Bangka Ada Kota Kapur, Di Riau Ada Muara Takus. Semua Ini Menunjukkan Bahwa, Daerah-Daerah Tersebut Pernah Dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Sumber Lain Ada Yang Mengatakan Bahwa, Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya Sebenarnya Mencapai Philipina. Ini Merupakan Bukti Bahwa, Kerajaan Sriwijaya Pernah Menguasai Sebagian Besar Wilayah Nusantara.

Dalam Relasinya Dengan India, Raja-Raja Kerajaan Sriwijaya Bukan Saja Membangun Prasasti Di Wilayah Kerajaan Sriwijaya, Tetapi Juga Membangun Bangunan Suci Agama Budha Di India. Fakta Ini Tercantum Dalam Dua Buah Prasasti, Yaitu Prasasti Raja Dewapaladewa Dari Nalanda, Yang Diperkirakan Berasal Dari Abad Ke-9 M, Dan Prasasti Raja Rajaraja I Yang Berangka Tahun 1044 M Dan 1046 M. Prasasti Prasasti Raja Dewapaladewa Dari Nalanda Menyebutkan Tentang Raja Balaputradewa Dari Suwarnadwipa [ Kerajaan Sriwijaya ] Yang Membangun Sebuah Biara. Sementara Prasasti Raja Rajaraja I Menyebutkan Tentang Raja Kataha Dan Kerajaan Sriwijaya, Marawijayayottunggawarman Yang Memberi Hadiah Sebuah Desa Untuk Dipersembahkan Kepada Sang Buddha Yang Berada Dalam Biara Cudamaniwarna, Nagipattana, India.

CATATAN TENTANG KERAJAAN SRIWIJAYA


Salah Satu Catatan Tentang Kerajaan Sriwijaya Adalah Catatan Perjalanan I-Tsing. Dalam Catatan I-Tsing Ini Disebutkan Bahwa, Pada Saat Itu, Di Kerajaan Sriwijaya Terdapat Seribu Pendeta. Dalam Perjalanan Pertamanya, I-Tsing Sempat Bermukim Selama Enam Bulan Di Kerajaan Sriwijaya Untuk Mendalami Bahasa Sansekerta. I-Tsing Juga Menganjurkan, Jika Seorang Pendeta Cina Ingin Belajar Ke India, Sebaiknya Belajar Dulu Setahun Atau Dua Tahun Di Fo-Shih [ Palembang ], Baru Kemudian Belajar Di India.

Sepulangnya Dari Nalanda, I-Tsing Menetap Di Kerajaan Sriwijaya Selama Tujuh Tahun [ 688-695 M ] Dan Menghasilkan Dua Karya Besar Yaitu Ta T'Ang Si-Yu-Ku-Fa-Kao-Seng-Chuan Dan Nan-Hai-Chi-Kuei-Nei-Fa-Chuan [ A Record Of The Budhist Religion As Practised In India And The Malay Archipelago ] Yang Selesai Ditulis Pada Tahun 692 M. Ini Menunjukkan Bahwa, Kerajaan Sriwijaya Merupakan Salah Satu Pusat Agama Budha Yang Penting Pada Saat Itu.

Selain Itu, Hal Penting Lain Yang Juga Termuat Dalam Catatan I-Tsing, Adalah Ketertarikan Utamanya Adalah Pada " Rumah Agama Buddha " India Utara Dimana I-Tsing Tinggal Dan Belajar Disana Selama Lebih Dari Sepuluh Tahun. Dari Catatannya Dapat Dikatakan Bahwa Agama Buddha Di India Dan Sumatra Mempunyai Banyak Kesamaan, Dimana I-Tsing Juga Menemukan Perbedaan Antara Agama Buddha Di China Dan Di India. I-Tsing Menghabiskan Waktunya Hidup Sendirian Sebagai Biksu Di India Dan Sumatra.

Dalam Catatannya Disebutkan Bahwa, Saat Itu Terdapat Lebih Dari Seribu Orang Pendeta Budha Di Kerajaan Sriwijaya. Aturan Dan Upacara Para Pendeta Budha Tersebut Sama Dengan Aturan Dan Upacara Yang Dilakukan Oleh Para Pendeta Budha Di India. I-Tsing Tinggal Selama 6 Bulan Di Kerajaan Sriwijaya Untuk Belajar Bahasa Sansekerta, Setelah Itu, Baru Ia Berangkat Ke Nalanda, India. Setelah Lama Belajar Di Nalanda, I-Tsing Kembali Ke Kerajaan Sriwijaya Pada Tahun 685 Dan Tinggal Selama Beberapa Tahun Untuk Menerjemahkan Teks-Teks Budha Dari Bahasa Sansekerta Ke Bahasa Cina. Seluruh Bukunya Merupakan Catatan Lengkap Tentang Kehidupan Biarawan. Ia Tinggal Di India Seluruhnya Berdasarkan Peraturan Vinnaya.

Catatan Lainnya Tentang Kerajaan Sriwijaya Adalah Karangan George Coedes. Dalam Catatan George Coedes Tersebut, Ia Menulis Karangannya Mengenai Kerajaan Sriwijaya Yang " Berjudul Le Royaume De Crivijaya " Pada Tahun 1918 M.

Catatan Lain Tentang Kerajaan Sriwijaya Adalah Catatan Kern. Lima Tahun Sebelum George Coedes Menyelesaikan Karangannya, Yaitu Pada Tahun 1913 M, Kern Telah Menerbitkan Tulisan Tentang Prasasti Kota Kapur, Sebuah Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Yang Ditemukan Di Pulau Bangka. Namun Saat Itu, Kern Masih Menganggap Nama Kerajaan Sriwijaya Yang Tercantum Pada Prasasti Tersebut Sebagai Nama Seorang Raja, Karena Cri Biasanya Digunakan Sebagai Sebutan Atau Gelar Raja.

Disamping Catatan Ada Juga Karya Terjemahan Tentang Kerajaan Sriwijaya. Pada Tahun 1896 M, Sarjana Jepang Takakusu Menerjemahkan Karya I-Tsing, Nan-Hai-Chi-Kuei-Nai Fa-Chan Ke Dalam Bahasa Inggris Dengan Judul [ A Record Of The Budhist Religion As Practised In India And The Malay Archipelago ]. Namun, Dalam Buku Tersebut Tidak Terdapat Nama Kerajaan Sriwijaya, Yang Ada Hanya Shih-Li-Fo-Shih.

Dari Terjemahan Prasasti Kota Kapur Yang Memuat Nama Kerajaan Sriwijaya Dan Karya I-Tsing Yang Memuat Nama Shih-Li-Fo-Shih, Coedes Kemudian Menetapkan Bahwa, Kerajaan Sriwijaya Adalah Nama Sebuah Kerajaan Di Sumatera Selatan.

Sumber Catatan Lain Tentang Kerajaan Sriwijaya, Yaitu Catatan Seorang Sejarawan Arab, Kerajaan Sriwijaya Disebut Sribuza. Masudi, Seorang Sejarawan Arab Klasik Menulis Catatan Tentang Kerajaan Sriwijaya Pada Tahun 955 M. Dalam Catatan Itu, Digambarkan Kerajaan Sriwijaya Merupakan Sebuah Kerajaan Besar, Dengan Tentara Yang Sangat Banyak. Hasil Bumi Kerajaan Sriwijaya Adalah Kapur Barus, Kayu Gaharu, Cengkeh, Kayu Cendana, Pala, Kardamunggu, Gambir Dan Beberapa Hasil Bumi Lainya.

Dari Catatan Asing Tersebut, Bisa Diketahui Bahwa Kerajaan Sriwijaya Merupakan Kerajaan Besar Pada Masanya, Dengan Wilayah Dan Relasi Dagang Yang Luas Sampai Ke Madagaskar. Sejumlah Bukti Lain Berupa Arca, Stupika, Maupun Prasasti Lainnya Semakin Menegaskan Bahwa, Pada Masanya Kerajaan Sriwijaya Adalah Kerajaan Yang Mempunyai Komunikasi Yang Baik Dengan Para Saudagar Dan Pendeta Di Cina, India Dan Arab. Hal Ini Hanya Mungkin Bisa Dilakukan Oleh Sebuah Kerajaan Yang Besar, Berpengaruh, Dan Diperhitungkan Di Kawasannya.
RANGKUMAN TENTANG KERAJAAN SRIWIJAYA

CARA MEMPERLUAS KEKUASAAN KERAJAAN SRIWIJAYA

Salah Satu Cara Untuk Memperluas Pengaruh Kerajaan Sriwijaya Adalah Dengan Melakukan Perkawinan Dengan Kerajaan Lain. Hal Ini Juga Dilakukan Oleh Penguasa Kerajaan Sriwijaya. Dapunta Hyang Yang Berkuasa Sejak 664 M, Melakukan Pernikahan Dengan Sobakancana, Putri Kedua Raja Kerajaan Tarumanegara, Linggawarman. Perkawinan Ini Melahirkan Seorang Putra Yang Menjadi Raja Kerajaan Sriwijaya Berikutnya: Dharma Setu. Dharma Setu Kemudian Memiliki Putri Yang Bernama Dewi Tara. Putri Ini Kemudian Ia Nikahkan Dengan Samaratungga, Raja Kerajaan Mataram Kuno Dari Dinasti Syailendra. Dari Pernikahan Dewi Setu Dengan Samaratungga, Kemudian Lahir Bala Putra Dewa Yang Menjadi Raja Di Kerajaan Sriwijaya Dari 833 Hingga 856 M.

SILSILAH RAJA DI KERAJAAN SRIWIJAYA

Berikut Ini Daftar Silsilah Para Raja Kerajaan Sriwijaya :
Dapunta Hyang Sri Yayanaga [ Prasasti Kedukan Bukit 683, Talang Tuo, 684 ].
1. Cri Indrawarman [ Berita Cina, Tahun 724 ].
2. Rudrawikrama [ Berita Cina, Tahun 728, 742 ].
3. Wishnu [ Prasasti Ligor, 775 ].
4. Maharaja [ Berita Arab, Tahun 851 ].
5. Balaputradewa [ Prasasti Nalanda, 860 ].
6. Cri Udayadityawarman [ Berita Cina, Tahun 960 ].
7. Cri Udayaditya [ Berita Cina, Tahun 962 ].
8. Cri Cudamaniwarmadewa [ Berita Cina, Tahun 1003, Prasasti Leiden, 1044.
9. Maraviyayatunggawarman [ Prasasti Leiden, 1044 ].
10. Cri Sanggaramawijayatunggawarman [ Prasasti Chola, 1044 ].

MASA KEJAYAAN KERAJAAN SRIWIJAYA

Kerajaan Sriwijaya Berkuasa Dari Abad Ke-7 Hingga Awal Abad Ke-13 M, Dan Kerajaan Sriwijaya Mencapai Zaman Keemasan Di Jaman Pemerintahan Balaputra Dewa [ 833-856 M ]. Kemunduran Kerajaan Sriwijaya Ini Berkaitan Dengan Masuk Dan Berkembangnya Agama Islam Di Sumatera, Dan Munculnya Kekuatan Singosari Dan Majapahit Sebagai Kekuatan Tandingan Di Pulau Jawa. Dalam Sejarah Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Sriwijaya Menguasai Bagian Barat Nusantara. Salah Satu Faktor Yang Menyebabkan Kerajaan Sriwijaya Bisa Menguasai Seluruh Bagian Barat Nusantara Adalah Runtuhnya Kerajaan Fu-Nan Di Indocina. Sebelumnya, Fu-Nan Adalah Satu-Satunya Pemegang Kendali Di Wilayah Perairan Selat Malaka. Faktor Lainnya Adalah Kekuatan Armada Laut Kerajaan Sriwijaya Yang Mampu Menguasai Jalur Lalu Lintas Perdagangan Antara India Dan Cina. Dengan Kekuatan Armada Yang Besar, Kerajaan Sriwijaya Kemudian Melakukan Ekspansi Wilayah Hingga Ke Pulau Jawa. Dalam Sumber Lain Dikatakan Bahwa, Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya Sampai Ke Brunei Dan Di Pulau Borneo.

PENYEBAB KERUNTUHAN KERAJAAN SRIWIJAYA

Pada Abad Ke-11 M, Kerajaan Sriwijaya Mulai Mengalami Kemunduran. Pada Tahun 1006 M, Kerajaan Sriwijaya Diserang Oleh Dharmawangsa Dari Jawa Timur. Serangan Ini Berhasil Dipukul Mundur, Bahkan Kerajaan Sriwijaya Mampu Melakukan Serangan Balasan Dan Berhasil Menghancurkan Kerajaan Dharmawangsa. Pada Tahun 1025 M, Kerajaan Sriwijaya Mendapat Serangan Yang Melumpuhkan Dari Kerajaan Cola, India. Walaupun Demikian, Serangan Tersebut Belum Mampu Melenyapkan Kerajaan Sriwijaya Dari Muka Bumi. Hingga Awal Abad Ke-13 M, Kerajaan Sriwijaya Masih Tetap Berdiri, Walaupun Kekuatan Dan Pengaruhnya Sudah Sangat Jauh Berkurang.

POLA DAN SYSTEM PEMERINTAHAN DI KERAJAAN SRIWIJAYA
 
Dari Prasasti Kota Kapur Yang Ditemukan JK Van Der Meulen Di Pulau Bangka Pada Bulan Desember 1892 M, Diperoleh Petunjuk Mengenai Kerajaan Sriwijaya Yang Sedang Berusaha Menaklukkan Bumi Jawa. Meskipun Tidak Dijelaskan Wilayah Mana Yang Dimaksud Dengan Bhumi Jawa Dalam Prasasti Itu, Beberapa Arkeolog Meyakini, Yang Dimaksud Bhumi Jawa Itu Adalah Kerajaan Tarumanegara Di Pantai Utara Jawa Barat. Selain Dari Isi Prasasti, Wilayah Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya Juga Bisa Diketahui Dari Persebaran Lokasi Prasasti-Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Tersebut. Di Daerah Lampung Ditemukan Prasasti Palas Pasemah, Di Jambi Ada Karang Berahi, Di Bangka Ada Kota Kapur, Di Riau Ada Muara Takus. Semua Ini Menunjukkan Bahwa, Daerah-Daerah Tersebut Pernah Dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Sumber Lain Ada Yang Mengatakan Bahwa, Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya Sebenarnya Mencapai Philipina. Ini Merupakan Bukti Bahwa, Kerajaan Sriwijaya Pernah Menguasai Sebagian Besar Wilayah Nusantara.

Kekuasaan Tertinggi Di Kerajaan Sriwijaya Dipegang Oleh Raja. Untuk Menjadi Raja, Ada Tiga Persyaratan Yaitu :
1. Samraj, Artinya Berdaulat Atas Rakyatnya.
2. Indratvam, Artinya Memerintah Seperti Dewa Indra Yang Selalu Memberikan Kesejahteraan Pada Rakyatnya.
3. Ekachattra. Eka Berarti Satu Dan Chattra Berarti Payung. Kata Ini Bermakna Mampu Memayungi [ Melindungi ] Seluruh Rakyatnya. Penyamaan Raja Dengan Dewa Indra Menunjukkan Raja Di Kerajaan Sriwijaya Memiliki Kekuasaan Yang Bersifat Transenden. Belum Diketahui Secara Jelas Bagaimana Struktur Pemerintahan Di Bawah Raja. Salah Satu Pembantunya Yang Disebut Secara Jelas Hanya Senapati Yang Bertugas Sebagai Panglima Perang.

Di Bidang Perdagangan, Kerajaan Sriwijaya Mempunyai Hubungan Perdagangan Yang Sangat Baik Dengan Saudagar Dari Cina, India, Arab Dan Madagaskar. Hal Itu Bisa Dipastikan Dari Temuan Mata Uang Cina, Mulai Dari Periode Dinasti Song [ 960-1279 M ] Sampai Dinasti Ming [ Abad 14-17 M ]. Berkaitan Dengan Komoditas Yang Diperdagangkan, Berita Arab Dari Ibn Al-Fakih [ 902 M ], Abu Zayd [ 916 M ] Dan Mas'Udi [ 955 M ] Menyebutkan Beberapa Di Antaranya, Yaitu Cengkeh, Pala, Kapulaga, Lada, Pinang, Kayu Gaharu, Kayu Cendana, Kapur Barus, Gading, Timah, Emas, Perak, Kayu Hitam, Kayu Sapan, Rempah-Rempah, Dan Penyu. Barang-Barang Ini Dibeli Oleh Pedagang Asing, Atau Dibarter Dengan Porselen, Kain Katun Dan Kain Sutra.

Jumat, 14 September 2012

Fadhilah Sholawat Kubro

Barang-siapa mengamalkan dengan iatiqomah Sholawat Kubro, minimal satu kali dalam sehari semalam, Insya Allah:
1. Besok pada hari kiamat wajahnya seperti bulan purnama, mendapat ampunan yang sempurna dari Allah Swt.
2. memperoleh pahala seperti pahalanya orang yang membaca kitab Al-Qur’an, Injil, Taurat, Zabur serta mushaf para Nabi Allah.
3. Mendapatkan barokahnya para ahli syariat, thoriqot, hakekat dan ma’rifat, serta ahli ibadah, ahli puasa, ahli zuhud, memperoleh nurrul-yaqin, ‘ainul-yaqin dan haqul-yakin.
4. Bila di amalkan dalam sehari-semalam 100x Insya Allah diberi pangkat kewalian lahir dan bathin serta diberi rezeki ghoib langsung dari Allah Swt.
5. Dapat menjumpai secara ghoib dan langsung (nyata) arwah-arwah para sholihin, para Aulia’, Nabi dan Rosul Allah.
6. Menjadikan wushul (menyampaikan) kepada Allah walaupun tanpa lantaran Mursyid (guru).
7. Diberi mustajab do’anya, mudah rezeki serta segala urusannya, keramat, dijauhkan dari 100 ribu bala’ dan dipenuhi segala hajatnya dan diberi kekuatan tetap iman Islam, barokah harta bendanya, keluarga, ilmu manfaat selamat lahir-bathin dunia akhirat. Bii idznillah
8. Bila dibaca setelah sholat dhuha setiap hari khususnya pada dhuha hari kamis, Insya Allah diberikan rezeki yang tak terduga-duga datangnya.
9. mengobati segala macam penyakit, sulit jodoh, hilangkan rasa was-was dalam hati serta memperlancar usaha. Insya Allah mustajab
10. Agar cepat bisa mengembalikan hutang dibaca waktu sahur atau setelah sholat Qobliyah subuh.
11. Bila dibaca 3-5-7 x setiap hari istiqomah Insya Allah tak satupun senjata yang dapat melukainya dan tak satupun makhluk yang dapat mencelakainya, selamat dari segala macam sihir, santet dan semua serangan ghoib.
12. Mahabbah khusus, baca al-Fatehah 11x khususon ala ……… 11x dan membaca Sholawat kubro 45x. mustajab
13. Sebab memperoleh ilmu laduny, mengetahui sesuatu yang belum maupun sudah terjadi di bukakan rahasia kerajaan langit dan bumi. Caranya baca Asma’ ya Lathifu …… 1000x dan sholawat Kubro minimal 3x sehari.

14. Untuk pagar ghoib rumah, harta benda atau orang lain dibacakan 21x.
15. mengambil benda-benda bertuah dan ghoib dari dalam bumi serta harta karun. Baca 45x atau 100x
16. menghancurkan musuh, orang atau pejabat yang dzolim. Dibaca 100x diniatkan pada orang tersebut. Mustajab
17. bila ingin cepat mendirikan masjid, rumah, madrasah atau naik haji maka bacalah Sholawat-Kubro secara berjama’ah setiap malam jum’at, serta shodaqohan bubur kacang ijo, Insya Allah paling lama 3 tahun hajat kita akan ditunaikan Allah.
18. menguatkan akal, fasih lidahnya, terang hati serta pikirannya.
19. Mampu men-tasyarof-kan sesuatu yang maujud, seperti air jadilah bensin pasir jadilah tepung, api dinginlah, angin datanglah dan lainnya, berjalan di atas air atau udara, memahami bahasa binatang, hendaknya puasa 41 hari setiap hari sholawat Kubro dibaca 45x
20. Dan barang-siapa membaca Sholawat Allah Swt akan menjadikan seekor burung Rajawali yang bulu-bulunya sebanyak makhluk Allah yang ada dilangit dan bumi dari bangsa malaikat, manusia, jin dan hewan. Apabila ada orang yang membaca Sholawat maka burung itu dengan perintah Allah menyelam kedalam lautan samudera Robbany dan mengibaskan bulunya, dari setiap bulu tersebut Allah menjadikannya seorang malaikat yang memiliki 70 ribu kepala, setiap kepala memiliki 70 ribu mulut, setiap mulut memiliki 70 ribu lidah yang kemudian memintakan ampunan dan keselamatan kepada orang yang membaca Solawat tersebut.
Demikianlah fadhilah Sholawat Kubro yang dapat kami terangkan, karena begitu besar dan banyaknya manfaatnya sehingga kami tak dapat menjelaskan satu-persatu. Apabila jama’ah atau kaum muslimin/muslimat ingin mengetahui ‘Asror-‘asror dari Sholawat-Kubro hendaknya minta ijazah langsung dengan pengasuh. Semoga bermanfaat bagi kita semua, kiranya Allah memberikan ridho-Nya kepada kita semua. Allahumma amiin\

inila sholawatnya:
dari Sayyidina Abbas RA bahwa pada saat Rasululloh SAW sedang duduk di Masjid Nabawi
datang Malaikat Jibril menghadiahkan Sholawat (Alfu Alfi sholaatin wa Alfu Alfi salaamin 'alaika
yaa sayyidal mursaliin.. dst.) kemudian Malaikat Jibril berkata "barang siapa membaca sholawat ini
maka Alloh SWT akan menciptakan 70.000 Malaikat dimana setiap Malaikat mempunyai 80.000
kepala dan setiap kepala mendo'akan orang yang membaca Sholawat tersebut sedang do'a Malikat
dikabulkan Alloh SWT" (HR. An Nasai)
2. dalam kitab Tafrikhul khotir shofhah 27 susunan Syaikh Imam Ibnu Muhyiddin Al Kirbili di katakan
bahwa Sholawat ini di amalkan oleh Syaikh Imam Junaidi al Baghdadiyyi Waliyulloh, dan oleh
Sulthonul Auliya Al Ghouts Quthbir-robbni Syaikh Muhyiddin Abdul Qodir Al Jailani Waliyullah beliau mengamalkan Sholawat ini 1000x sehari semalam ditambah Asmaul Husna dan Asma Nabi,
sehingga beliau memperoleh karunia berupa karomah / kemuliaan  yang sangat tinggi dari Alloh SWT.
3. barang siapa membaca Sholawat Kubro secara rutin niscaya akan diberikan nikmat yang sangat
besar yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan belum pernah
terbetik dalam hati.
4. barang siapa membaca Sholawat Kubro minimal 1x sehari semalam maka akan diberikan
ketenangan dan ketentraman dalam keluarga, diberikan kecukupan rezeki (sandang pangan) dan
dikabulkan semua hajat yang diinginkannya.
5. barangsiapa membaca Sholawat Kubro akan diselamatkan dari 600.000 (enam ratus ribu)
macam bala' dunia dan akhirat.
6. barangsiapa membaca Sholawat Kubro secara rutin maka akan di berikan ketentraman hati,
tercapai tujuan dunia dan akhirat, selalu dipelihara Alloh SWT Iman dan Islamnya.
7. barangsiapa mengharap dimudahkan dapat berzirah ke Tanah Suci Makkah & Madinah
(Haromain Syarifain) maka hendaknya memperbanyak membaca Sholawat Kubro dengan rasa ikhlas
dan mahabbah (cinta) pada Rosululloh SAW    
     Inilah bacaannya:
     SHOLAWAT KUBRO
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidal Mursaliin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidan Nabiyyin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidas Shiddiiqiin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidar Rooki'iin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidal Qoo'idiin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidas Saajidiin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidadz Dzaakiriin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidal Mukabbiriin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidath Thohiriin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidadh Dhohiriin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidasy Syaahidiin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidal Awwaliin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidal Aakhiriin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidii ya Rasulalloh
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Nabiyyallah
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidii yaa Habiballoh
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa man Akromahulloh
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa man 'Adzomahulloh
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa man Syarrofaahulloh
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa man Ath-thorohulloh
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa manikhtaarohulloh
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa man Showwarohulloh
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa man 'Abadalloh
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Khoiro Kholqillaah
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Khootima Rasulillah
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Shulthoonal anbiyaa'
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Burhaanal asfiyaa’
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Musthofaa
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Mu ’laa
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Mujtabaa
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Muzakkaa
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Makiyyu
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Madaniyyu
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa 'Arobiyyu
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Quraisyiyyu
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Haasyimiyyu
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Abthohiyyu
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Zam zamiyyu
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Tihamiyyu
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Ummiyyu
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Sayyida walidi aadam
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Ahmadu
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Muhammad
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Thoo haa
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Yaa siin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Muddatsir
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Shoohibal Kautsar
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Syafii'u Yaumal Mahsyar
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Shoohibat Taaj
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Shoohibal Mi’rooj
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Sayyidal Awwaliina wal Aakhiriin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Sayyidal Mukhsiniin
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa Sayyidal Kaunaini wats Tsaqolaini
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidi ya Shohiban Na’laini
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidii ya Rosulalloh
yaa Khootimal anbiyaa'i wal Mursaliin.
Alfu alfi sholaatin wa alfu alfi salaamin 'alaika yaa sayyidii yaa Nabiyyalloh
ilaa yaumiddiin wal hamdulillahirobbil 'alamin.-semoga bermanfaat.

Jumat, 10 Agustus 2012

MANFAAT AL QUR'AN BAGI MANUSIA ABAD INI



Al-Quran diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw untuk umat manusia sampai akhir zaman. Fungsi Al-Qur'an antara lain sebagai petunjuk (hudan), sumber informasi/penjelasan (bayan), pembeda antara yang benar dan yang salah (al-furqan), penyembuh (syifa'), rahmat, dan nasehat/petuah (mau'idzah).

Salah satu manfaat Alquran adalah sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian yang dilakukan Dr. Ahmad al-Qadhi, direktur utama Islamic Medicine Institute for Education and Research yang berpusat di Amerika Serikat sekaligus konsultan ahli sebuah klinik di Panama City, Florida. Ia meneliti pengaruh Al-Quran pada manusia dalam perspektif fisiologi dan psikologi. Penelitian dilakukan dalam 2 tahapan.

Tahap pertama, bertujuan untuk meneliti kemungkinan adanya pengaruh Al-Qur'an pada fungsi organ tubuh sekaligus mengukur intensitasnya jika memang ada. Tahap kedua, diarahkan untuk mengetahui apakah efek yang ditimbulkan benar-benar karena Alquran atau bukan.

Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan mesin pengukur dan terpai stres yang berbasis komputer, model MEDAQ 2002 (medical data quotient) yang ditemukan dan dikembangkan Pusat Kedokteran Universitas Boston. Alat ini mampu mengukur reaksi yang menunjukkan tingkat stres dengan 2 cara: (1) melakukan pemeriksaan fisik secara langsung melalui komputer, dan (2) memonitor serta mengukur perubahan-perubahan fifiiologis pada tubuh.

Eksperimen dilakukan sebanya 210 kali dengan melibatkan responden laki-laki dan perempuan usia antara 18-40 tahun. Semua responden non muslim dan tidak bisa berbahasa Arab. Mereka diminta mendengarkan bacaan Alquran dengan bahasa Arab dengan kaidah tajwid 85 kali.

Mereka juga diminta mendengarkan bacaan berbahasa Arab yang bukan Al-Qur'an sebanyak 85 kali juga. Bacaan-bacaan berbahasa Arab non Al-Quran ini dilantukan dengan kaidah tajwid layaknya Alquran sehingga memiliki kemiripan dengan AlQuran dari aspek lafal, intonasi suara, dan ketukan di indera pendengaran. Bacaan bahasa Arab non Al-Quran digunakan sebagai placebo, artinya responden tidak dapat membedakan antara bacaan Al-Quran dan non Al-Quran.

Hasil eksperimen menunjukkan, bacaan Al-Quran menimbulkan efek relaksasi hingga 65%. Sedangkan bacaan berbahasa Aran non Al-Quran hanya mencapai 33%. Hasil ini juga menunjukkan, Alquran memiliki pengaruh positif yang cukup signifikan dalam menurunkan ketegangan (stres) pada pengukuran kualitatif maupun kuantitatif.

Pengaruh ini tampak dalam bentuk perubahan-perubahan yang terjadi pada arus listrik di otot, juga perubahan pada daya tangkap di kulit terhadap konduksi listrik, perubahan sirkulasi darah, serta perubahan pada detak jantung, kadar darah yang mengalir pada kulit yang semuanya saling terkait dan paralel dengan perubahan-perubahan pada aspek lain.

Semua perubahan ini menunjukkan adanya perubahan fungsi dan kinerja sistem syaraf otonom yang lebih lanjut berpengaruh pada organ-organ tubuh yang lain serta fungsi-fungsinya. Karena itu ditemukan adanya kemungkinan-kemungkinan tidak terbatas pada pengaruh-pengaruh fisiologis yang bisa dihasilkan Al-Quran.

Dalam penelitian lain, Kazemi dkk melakukan penelitian yang mirip terhadap 107 mahasiswa keperawatan Rafsanjan University of Medical Sciences dengan metode kuasi eksperimental. Mereka dibagi ke dalam 2 grup, grup kontrol dan case group. Skor Kesehatan Mental diukur pada kedua grup dengan 12 item kuisioner. Case group mendengarkan Alquran masing-masing selama 15 menit, 3 kali seminggu selama 4 minggu berturut-turut, yang diperdengarkan dengan tape recorder.

Seminggu setelah intervensi selesai, skor kesehatan mental diukur kembali pada kedua grup. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan, dengan mendengarkan Al-Quran dapat dijadikan cara untuk meningkatkan kesehatan mental mahasiswa.

Betapa luar biasany Alquran, sistem tubuh ternyata memberikan respon positif terhadap bacaan Al-Qur'an meskipun si empunya tubuh tidak memahami artinya. Apatah lagi kalau yang membaca atau mendengarkan memahami makna bacaannya. Pasti efeknya lebih dahsyat lagi. Dengan kita membaca Al-Quran setiap hari, pasti banyak kebaikan yang kita dapat.





Rabu, 01 Agustus 2012

jalalluddin ar rumi

ini sair tambahan.......biar adem






 "INGATLAH ALLAH SELALU AGAR DIRI BISA DILUPAKAN,SEHINGGA DIRI MU LENYAP DALAM SANG MAHA TUNGGAL,PADA SIAPA KAU MENYEMBAH,TANPA MEMPERDULIKAN UNTUK APA IBADAH DAN DOA ITU"

 "SUATU KETIKA AKAUM AKAN WAFAT MENYANDANG SAYAP DAN BULU SEPERTI MALAIKAT,SESUDAH ITU MELAYANG LEBIH TINGGI DARIPADA MALAIKAT,APA YANG TAK DAPAT KAU BAYANGKAN AKU AKAN MENJADI SEPERTI ITU."

 "SEJAK KUDENGAR DUNIA TENTANG CINTA KUMANFAATKAN HIDUPKU,HATIKU,DA MATAKU DIJALAN INI,AKU PERNAH BERFIKIR BAHWA CINTA DAN YANG DICINTA ITU BERBEDA, KINI AKU MENGERTI BAHWA KEDUANYA SAMA."

Jumat, 27 Juli 2012

ganti theme blog

Cara Mengganti Template Blogspot - Blogger (Versi Baru)

Sebenarnya tutorial cara mengganti template blogspot sudah pernah saya tuliskan, namun karena sekarang tampilan dashboard blogger berubah akhirnya saya putuskan untuk menuliskan cara baru mengganti template blogspot.

Cara ini khusus untuk mereka yang sudah menggunakan tampilan dashboard yang baru dan panduan mengganti template blogger ini sudah saya sertakan gambarnya agar lebih jelas, jika tampilan dashboard bloggernya masih belum di update menggunakan tampilan yang baru silakan baca Cara Mengganti Template Blogger (Versi Lama).
Next ...

Cara Mengganti Template Blogspot - Blogger (Versi Baru) Setelah Template Di Download

Sama halnya dengan panduan mengganti template blogger (versi lama). Untuk mengganti template blog blogger teman-teman harus mendownload template blogger gratis dulu, jika belum memilikinya silakan download template blogger gratis di sini.

Setelah template blogger gratis sudah didownload, silakan lihat dulu blogger template yang baru didownload tadi, apakah berkasnya berbentuk file zip/rar atau berbentuk xml (jika file blogger template sudah dalam bentuk xml silakan langsung diupload ke blogger/blogspot)
Mengganti Template Blogspot

Cara Mengganti Template Blogger (Versi Baru)

Jika template masih berbentuk Zip/Rar sialakan di Extract dulu. Caranya : klik kanan, kemudian pilih Extract Here.
Panduan Mengganti Template Blogspot - Blogger (Versi Baru)

Jika Template Blogger sudah di extract silakan upload file xml nya.

Langkah – Langkah Mengganti Template Blogspot/Blogger (Versi Terbaru)

Berikut panduan upload template blogger setelah di download dan diextract

1. Login ke dashboard blogger

2. Silakan pergi kebagian Template dengan cara mengklik menu Template (lihat gambar berikut)
Tutorial Mengganti Template Blogspot

3. Klik tulisan Cadangkan / Pulihkan (menunya ada di sebelah kanan atas)
Cara Mengganti Template Blogspot

Sebelum template diupload sebaiknya download dulu template yang sudah terpasang dengan cara mengklik tulisan Unduh Template Lengkap. Dan jika template sudah selesai di unduh/download silakan upload template yang baru.
Cara Mengganti Template Blogspot - Blogger (Versi Baru)

Tunggu proses upload sampai selesai, jika sudah selesai silakan lihat perubahan blog teman.

Oh ia ... biasanya setelah template baru terpasang ada tambahan widget yang mungkin tidak kita inginkan, silakan hapus widget yang tidak di inginkan dan susun kembali penempatannya di tab Tata Letak.
Nah itulah tutorial blog : Tutorial Cara Mengganti Template Blogspot - Blogger (Versi Baru)

typografi

typografi
Tipografi merupakan unsur penting di dalam desain, karena tipografi adalah inti. Tipografi adalah salah satu elemen yang menyampaikan isi dan maksud dari sebuah karya desain. Tidak jarang, desain yang efektif adalah desain yang hanya menggunakan tipografi yang baik tanpa menggunakan elemen visual sama sekali.

Sebegitu pentingnya peran tipografi pada desain yang kita hasilkan, jadi biarpun desain visual kita “wah”, tetapi kalau tipografi nya tidak mudah di baca dan susah di mengerti, maka desain tersebut termasuk gagal. Untuk menghindari itu, berikut 6 tips dasar untuk membuat tipografi lebih menarik, nyaman dan mudah terbaca.

Kerning

Kerning adalah jarak antar huruf. Dan ini merupakan favorit saya, kalau sudah bingung bagaimana membuat judul/kalimat tertentu menjadi lebih menarik, saya biasanya mendempetkan kerning pada judul/kalimat tersebut.
Namun harap di perhatikan, jangan sampai terlalu mendempetkan kerning karena hasilnya judul/tulisan akan susah terbaca dan terasa ‘penuh’. Jadi, gunakanlah teknik ini secukupnya.
tipo_tips_kerning

Pemilihan Font

Pemakaian jenis font yang tepat dapat membantu desain menjadi lebih menyatu dan lebih cepat mengkomunikasikan maksud dari desain. Misalnya, pada desain brosur kecantikan, kita tidak mungkin menggunakan font yang ‘keras’, berbentuk kaku dan tebal. Akan lebih tepat jika kita menggunakan font yang tipis dan luwes, sesuai dengan kepribadian target market yang di tuju, yaitu wanita.
Jenis font bisa di ibaratkan jenis ‘suara’ yang berbicara pada desain. Font dengan gaya tebal akan terasa seperti suara laki-laki dan bersuara berat. Font berbentuk kaku dan kotak-kotak, akan terasa seperti robot atau mesin yang berbicara, dan seterusnya. Masing-masing jenis font mempunyai jenis suara tersendiri.
tipo_tips_pemilihan_font

Berat dan Ukuran

Kita bisa memainkan berat (tebal tipis) dan ukuran (besar kecil) font, untuk memberikan emphasis (elemen mana yang akan di baca atau di tampilkan terlebih dahulu). Sehingga secara tidak langsung pembaca akan di tuntun sesuai dengan flow yang kita mau.
Cara ini juga untuk mencegah pembaca pusing akan bagian mana yang seharusnya di lihat terlebih dahulu. Salah urutan dalam membaca akan mengakibatkan informasi yang kita sebarkan susah di mengerti.
tipo_tips_berat_ukuran

Leading

Leading adalah jarak spasi antara kalimat atas dan bawah dalam satu paragraf. Biasanya elemen ini jarang di utak-atik oleh kebanyakan desainer. Padahal leading yang di atur dengan baik akan membuat pembaca tidak merasa lelah jika mereka membaca suatu artikel yang panjang.
Jarak yang di hasilkan jika kita memainkan leading akan memberikan kesan ruang kosong (whitespace). Yang tentu saja membuat mata tidak cepat lelah saat melihat teks yang begitu banyak.
tipo_tips_leading

Warna

Warna pada font biasanya di sesuaikan dengan background. Jika background berwarna (foto) maka lebih baik menggunakan 1 warna font yang netral (putih misalnya). Yang pasti harus menghasilkan kontras yang cukup, sehingga tetap nyaman di baca dan tidak ‘menusuk’ mata.
tipo_tips_warna
Teman-teman desainer kebanyakan pasti menyukai warna background hitam, namun masalahnya kalau di website, kombinasi background hitam dan teks putih itu akan menghasilkan ‘efek negatif film’ pada mata saat kita selesai membaca.
Akan lebih baik jika warna background di buat tetap gelap, namun tidak hitam 100%, dan berikan warna abu-abu muda pada font. Dengan begitu maka mata tidak akan terlalu lelah dan ‘efek negatif film’ tidak akan ada lagi.
tipo_tips_warna2

Lebar Paragraf

Hal ini sangat penting, karena sangat mempengaruhi kenyamanan membaca. Coba bayangkan paragraf yang lebar di halaman website dengan artikel yang panjang. Kita sampai harus perlu memutar kepala sedikit (dari kiri ke kanan) untuk membaca artikel tersebut. Saya jamin kita hanya akan bertahan 1-2 paragraf saja!
Idealnya paragraf tidak terlalu lebar (dan tidak terlalu pendek), harus di sesuaikan dengan besar font juga. Untuk ini memang kita harus mencoba langsung membaca paragraf yang kita desain untuk menemukan lebar yang ideal. Jika kita masih menggerakan kepala lumayan sering, itu artinya kita harus mengatur kembali lebar paragraf tersebut.
tipo_tips_lebar_paragraf

Kesimpulan

Dengan ke 6 tips di atas semoga kita bisa lebih peka dalam mengatur tipografi (terlebih jika teks nya banyak!). Percayalah, dengan tipografi yang mudah terbaca maka orang juga akan lebih menyukai desain kita. Mulai sekarang anggaplah tipografi sebagai bagian penting dalam desain (atau yang lebih ekstrim, tipografi sebagai visual juga).

Jumat, 06 Juli 2012

SEJARAH PALEMBANG

Menurut catatan sejarah, cerita tentang Kesultanan Palembang muncul melalui proses yang panjang dan berkaitan erat pula dengan kerajaan-kerajaan besar lain, terutama di Pulau Jawa, seperti Kerajaan Majapahit, Demak, pajang dan Mataram.
Raja Majapahit, Prabu Brawijaya yang terakhir memiliki putera bernama Aria Damar atau setelah memeluk Islam disebut Aria Dilah dikirim kembali ke Palembang untuk menjadi penguasa. Di sini ia menikah dengan saudara Demang Lebar Daun yang bernama Puteri Sandang Biduk, dan diangkat menjadi raja (1445-1486). Pada saat Aria Dilah memerintah Palembang, ia mendapat kiriman seorang puteri Cina yang sedang hamil, yakni isteri ayahnya yang diamanatkan kepadanya untuk mengasuh dan merawatnya. Sang puteri ini melahirkan seorang putera di Pulau Seribu, yang diberi nama Raden Fatah atau bergelar Panembahan Palembang, yang kemudian menjadi raja pertama di Demak dan menjadi menantu Sunan Ampel.

Pada saat Raden Fatah menjadi raja Demak I (1478-1518), ia berhasil memperbesar kekuasaannya dan menjadikan Demak kerajaan Islam pertama di Jawa. Akan tetapi, kerajaan Demak tidak dapat bertahan lama karena terjadinya kemelut perang saudara dimana setelah Pangeran Trenggono Sultan Demak III anak Raden Fatah wafat, terjadilah kekacauan dan perebutan kekuasaan antara saudaranya dan anaknya. Saudaranya, mengakibatkan sejumlah bangsawan Demak melarikan diri kembali ke Palembang. 
Rombongan dari Demak yang berjumlah 80 Kepala Keluarga ini diketuai oleh Pangeran Sedo Ing Lautan (1547-1552) menetap di Palembang Lama (1 ilir) yang saat itu Palembang dibawah pimpinan Dipati Karang Widara, keturunan Demang Lebar Daun. Mereka mendirikan Kerajaan Palembang yang bercorak Islam serta mendirikan Istana Kuto Gawang dan Masjid di Candi Laras (PUSRI sekarang). Pengganti Pangeran Sedo Ing Lautan sebagai Raja adalah anaknya, Ki Gede Ing Sura Tuo selama 22 tahun (1552-1573). Oleh karena beliau tidak berputera, maka ia mengangkat keponakannya menjadi penggantinya dengan bergelar pula Ki. Gede Ing Suro Mudo (1573-1590). Setelah wafatnya ia di ganti oleh Kemas Adipati selama 12 tahun. Kemudian digantikan oleh anaknya Den Arya lamanya 1 tahun. Selanjutnya ia diganti oleh Pangeran Ratu Madi Ing Angsoko Jamaluddin Mangkurat I (1596-1629) yang wafat teraniaya di bawah pohon Angsoka. Pengganti selanjutnya ialah adiknya Pangeran Madi Alit Jamaluddin Mangkurat II (1629-1630). Setelah wafat diteruskan pula oleh adiknya yang bernama Pangeran Sedo Ing Puro Jamaluddin Mangkurat III (1630-1639), wafat di Indra laya. Lalu digantikan oleh kemenakannya yang bernama Pangeran Sedo Ing Kenayan Jamaluddin Mangkurat IV (1639-1650) bersama dengan isterinya Ratu Senuhun. Ratu Senuhun inilah yang menyusun "Undang-undang Simbur Cahaya" yang mengatur adat pergaulan bujang gadis, ad at perkawinan, piagam dan lain sebagainya.
Sebagai ganti Pangeran Sido Ing Kenayan ialah Pangeran Sedo Ing Pesarean Jamaluddin Mangkurat V (1651-1652) bin Tumenggung Manca Negara. Tongkat estafet selanjutnya dipegang oleh puteranya yang bernama pangeran Sedo Ing Rejek Jamaluddin Mangkurat VI (1652-1659) sebagai raja Palembang. Beliau raja yang alim dan wara'. Pada masanya ini terjadilah pertempuran pertama dengan Belanda pada tahun 1659 yang mengakibatkan Keraton Kuto Gawang hangus terbakar. Pangeran Sido Ing Rejek menyerahkan kepemimpinannya kepada adiknya, Pangeran Kesumo Abdurrohim Kemas Hindi. Sedangkan ia mengungsi ke Saka Tiga sampai akhir hayatnya dan di sana pula jasadnya dikebumikan.


B. Latar Belakang Terbentuknya Kesultanan Palembang Darussalam


Perang yang Pertama Antara Kerajaan Palembang dan Belanda



KERATON KUTO GAWANG (1659)


Pada tahun 1658 datang diperairan sungai musidi pelimbang kapal-kapal kompeni Belanda dari Batavia (jakarta sekarang) yang dipimpin oleh Cornelisz Oc-kerse. Diantara kapal-kapal itu terdapat dua kapal besar bernama ’Jakarta’ dan ’de Wachter’
          Kedatangan Cornelisz Oc-kerse ke Pelimbang itu adalah dalam rangka memenuhi pelaksanaan kontrak dagang antara kompeni belanda dan kerajaan pelimbang, diantaranya adalah timah putih dan rempah- rempah seperti lada putih dan lada hitam.
          Kito atau keraton pelimbang pada abad ke 16 dan awal abad ke 17 terletak di seberang ilir atau sebelah kiri dari sungai musi dan bernama waktu itu KUTO GAWANG (Pusri Sekarang). Yang kemudian setelah Kuto tersebut berpindah lagi ke tempat yang baru, bernama Kuto Cerancangan pada akhir abad ke 18, maka Kuto Gawang diberi nama PELIMBANG LAMA.
          Keraton Kuto Gawang ini terletak diantara dua sungai yaitu bernama Sungai Buah dan Sungai Linta dan ditengah-tengah kuto tersebut terdapat sungai Rengas.
          Kuto  atau Keraton Kerajaan Pelimbang tersebut panjang dan lebarnya sama yaitu 700 Depa atau k.l. 1100 m lebar, dan dikelilingi oleh tembok atau benteng terbikin dari kayu setinggi 7,25 m, dan terdiri atas balok-balok dari kayu besi atau kayu unglen  (kayu tulen) berukuran 30x30 cm.
Dibelakang benteng kayu ini yang disusun secara rapih sekali dan teratur, terdapat pula tembok dari tanah dimana tersusun meriam-meriam pertahanannya. Dibagian pinggir sungai musi terdapat pula tiga  (BULUARTI) atau anjungan (bastion). Satu diantaranya yang terletak dibagian tengah adalah dibikin dari batu. Ketiga buluarti ini dilengkapi pula dem\ngan alat-alat persenjataannya seperti meriam, lelo, dan lain sebagainya.
          Pintu utama masuk ke dalam kuto ini adalah dari sungai rengas, dan begitulah terdapat pula pintu-pintu lainnya dari samping kiri kanan dan belakang.
          Disebelah timur dari kuto ini terdapat pula kembara yang pada masa jauh sebelum kedatangan belanda ini telah dibangun kubu-kubu pertahanan yang dilengkapi dengan lapisan-lapisan cerucug dari kayu unglen terbentang dari pantai sebelah hilir sungai musi sampai kepantai seberang hulu sungai musi berikut rantainya. Ketiga kubu pertahanan atau istilah sekarang benteng yang terletak di pulau kembara, bernama benteng ”manguntama” yang kedua terletak disebelah hilir bagus kuning yaitu bernama benteng pertahanan ”Martapura” dan yang terletak di muara pelaju adalah benteng pertahanan yang terbesar bernama ”Tambakbaja”.
          Seperti kita ketahui bukan saja di pelimbang. Kompeni belanda dalam melakukan kontraknya selalu berbuat curang dan melakukan penyelundupan-penyelundupan, baik oleh pihak kompeninya sendiri. Maupun pribadi orangnya sendiri, tetapi rata-rata diseluruh wilayah nusantara kita ini. Maka atas penipuan-penipuan tersebut timbulah amarah rakyat pelimbang terhadap kompeni belanda. Pada bulan desember 1658 kapl-kapal belanda  diserbu secara serentak oleh kerajaan pelimbang bersama-sama rakyat dibawah pimpinan Pangeran Ario Kusuma Abdulrochim Kiayi Mas Endi dengan dibantu oleh :
1.            Adiknya Putri Ratu Emas Temenggung Bagus Kuning Pangluku
2.            Pangeran Mangku Bumi Nembing Kapal.
3.            Kiyai Demang Kecek.

Didalam pertempuran tersebut maka sebahagian dari anak kapal Cornelisz Oc-kerse dapat ditewaskan, sebagian ditawan sebagian lagi  dapat lolos melalui Jambi kemarkasnya di Betawi. Dua kapal besar belanda dari angkatan lautnya yaitu, ’JAKARTA’ dan ’ de WACHTER’ dapat dikuasai dan dimenangkan oleh pelimbang dalam peperangan tersebut. Kemudian kedua kapal tersebut disimpan di pulau kembara. Kesemuanya ini adalah akibat kecurangan dari pihak kompeni belanda yang dalam pelaksanaan kontrak dagangnya dengan kerajaan pelimbang tidak mematuhi peraturan kontraknya sendiri.
          Rupanya kompeni tidak melupakan kejadian tersebut begitu saja, satu tahun kemudian pada tanggal 10 november 1659 menyusul satu armada kapal perang dibawah pimpinan commandeur JOHAN vender LAAN dimuka kubu pertahanan (benteng) Manguntama, dan benteng tambak jaya yang terletak di pulau kembara dan muara sungai komering, menggempur benteng pertahanan pelimbang tersebut. Pada hari permulaan Belanda keisian dan dipukul mundur sampai posisi pulau salah nama sebab kapal-kapal perang mereka banyak yang rusak tenggelam, orang-orangnya banyak yang cidera karena tembakan oleh meriam Sri Pelimbang yang sangat dibanggakan oleh rakyat pelimbang dan diakui oleh musuh kehebatannya itu, baik dari segi kaliber kekuatan maupun keampuhannya sehingga pada jaman itu meriam musuh yang dapat menandinginya.
          Dalam keadaan posisi yang parah itu maka pihak pihak musuh mencari siasat dan jalan keluar berupa mengincar letak pusat penyimpanan obat mesiu pelimbang. Walaupun bagaimana sulitnya untuk mendapatkan rahasia penyimpanan tersebut, akhirnya letak dari gudang-gudang obat mesiu itu dapat juga diketahui oleh mereka, diledakkan oleh musuh pusat pennyimpanan mesiu di benteng tambak baya di muara pelaju itu.
Oleh karena itu maka posisi pertempuran beberapa kali berubah –ubah dan akhirnya dikarenakan gudang-gudang mesiu pelimbang terbakar, maka palembang harus bertempur dengn senjata tajam, seperti keris, pedang, panah, tombak nibung, yaitu semacam tombak bambu runcing yang berbisa sekali. Dikarenakan kuto gawang hampir habis terbakar itu maka pasukan dan rakyat palemban berangsur mengundurkan diri kepedalaman. Raja pelimbang, sido ing rejek berikut rakyatnya kemudian mendirikan kuto baru di pedalaman yang diberi nama indralaya yang dijadikan tempat kedudukan raja pelimbang. Sebagian besar rakyat pelimbang dibawa oleh raja mengungsi ke saka tiga, pedamaran, tanjung batu dan pondok, tetapi kemudian sebagian besar dari mereka tinggal menetap ditempat-tempat tersebut hingga sekarang telah berkeluarga, turun temurun menjadi penduduk ditempat-tempat tersebut. Setelah pelimbang dan kuto gawang hampir dikosongkan dengan mengungsinya sebagian besar penduduknya ke pedalaman, maka dalam pada itu raja mengambil siasat melakukan sistem peperangan secara pengepungan (blokade) dan gerilya terhadap kompeni belanda dan raja sendiri pindah ke saka tiga. Ternyata masih banyak peniggalannya di tempat tersebut yaitu. Makam perkuburannya sendiri, masjid, balainya dan lain-lain. Pada siang harinya rakyat dan tentara pelimbang menghilang tidak menampakkan diri di kuto yang sebagian telah dibakar dan dibumi hanguskan itu, dan baru pada malam harinya diadakan kesibukan-kesibukan. Sandang dan pangan tidak di jual belikan kepada kompeni belanda, sehingga mereka lama kelamaan menderita kekurangan persediaan.
Di indralaya, saka tiga, pedamaran, pondok, tanjung batu, dan daerah sekitarnya rakyat sibuk membuat alat-alat persenjataan untuk perang dan pembangunan. Di pondok khususnya untuk pertemuan, oleh raja sendiri diadakan dan dipimpin musyawarah besar bersama dengan alim ulama, hulubalang, pemimpin pasukan, pemuka rakyat perihal bagaimana cara melakukan siasat peperangan melawan musuh. Jikalau tadinya hanya kaum pria saja yang berperang, maka didalam musyawarah di pondok tersebut diambil keputusan antara lain, bahwa didalam peperangan yang akan diadakan nanti kaum wanita juga akan ikut serta yang pimpinananya akan ditunjuk adalah adik dari kyai kemas endi pangeran ario kusumo abdul rochim, ratu bagus kuning dengan gelar Tumenggung Bagus Pangluklu, yaitu adik dari Pangeran Sido Ing Rejek.
Maka didalam menghadapi peperangan yang akan dilakuakan pada hari-hari mendatang melawan belanda itu setelah diadakan persiapan-persiapan itu da;lam waktu yang cukuo lama dan matang dengan cara kerja sama dan persaudaraan yang baik itu, maka di aturlah pimpinan oleh empat orang yaitu :
  1.  Pangeran Ario Kesumo Abdul Rochim adik raja sendiri, selaku pimpinan umum
  2. Pangeran Mangku Bumi Nembing Kapal dengan alim ulama, hulubalang dan pasukan sabililahnya
  3. Ki Demang Kecek dengan pasukan dan rakyatnya sebagian dari jambi dan sekutu-sekutunya.
  4. Ratu Tumenggung Bagus Kuning Pangluku, dengan srikandi-srikandi pimpinan serta pasukan-pasukannya.
Maka didalam peperangan berlangsung begitu dahsyat dan agak lama banyak jatu korban dikedua belah pihak. Lama kelamaan dipihak belanda tidak bertahan dengan serangan dari rakyat pelimbang secara gerilya maupun secara langsung terus menerus dari pedalaman dan segala penjuru. Disamping itu menilik pula bahwa posisi belanda selama di blokade itu banyak diantara mereka yang sakit akibat kekurangan obat dan pangan dan selama itu tidak dapat turun ke daratan dan kekurangan perlengkapan. Melihat hal demikian serangan dari pihak palembang berjalan terus , maka armada belanda kemudian tidak dapat bertahan lebih lama lagi dengan banyak korban Comandeur JOHAN vander LAAN
Menundurkan diri ke perairan yang aman di luar jarak tembakan meriam dari ketiga benteng pertahanan pelimbang yaitu : Tambak baya, pulau kembara laut dan kembara darat dan mangun tama. Dua hari kemudian armada angkatan perang belanda dipimpin oleh Comandeur JOHAN vander LAAN dan wakil komandeurnya JOHAN TEREUYTMAN meninggalkan perairan musi  dan mengundurkan diri ke Batavia (Betawi).
Sejak terbakar habisnya keraton Kuto Gawang, Palembang telah rata dengan tanah. Akan tetapi Palembang harus bangkit dan perlu kepemimpinan. Kemas Hindi dengan upaya dan kharismanya yang tinggi, menegakkan kembali harkat dan martabat Palembang. Ia berhasil memimpin, membentuk serta membangun kembali peradaban Palembang pasca perang 1659, dan memutuskan keterikatan dengan Jawa terutama Mataram. Kemudian pada tahun 1666, Pangeran Ario Kusumo Kemas Hindi memproklamirkan Palembang menjadi Kesultanan Palembang Darussalam dan beliau dilantik sebagai sultan oleh Badan Musyawarah Kepala-kepala Negeri Palembang dengan gelar Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayidul Imam serta mendapat legalitas pula dari Kerajaan Istambul (Turki Usmani). Sebuah keraton baru Kuto Cerancangan di Beringin Janggut dibangunnya dalam tahun 1660, dan sebuah masjid negara (1663). Masjid ini kemudian dikenal dengan Masjid Lama (17 ilir sekarang) dan kini hanya tinggal namanya saja.
Bapak pembangunan Kesultanan Palembang Darussalam ini setelah wafatnya disebut dengan Sunan Candi Walang, makamnya terdapat di Gubah Candi Walang 24 ilir Palembang, pemerintahannya selama 45 tahun. Dibawah kepemimpinan beliaulah Islam telah menjadi agama Kesultanan Palembang Darussalam (Darussalam = negeri yang aman, damai dan sejahtera) dan pelaksanaan hukum syareat Islam berdasarkan ketentuan resmi. Beliaulah yang memantapkan menyusun, mengatur serta mengorganisir struktur pemerintahan modern secara luas dan menyeluruh, hukum dan pengadilan ditegakkan, pertahanan, pertanian, perhutanan dan hasil bumi lainnya ditata dengan serius. Struktur pemerintahan di tata sesuai menurut adat istiadat negeri yang lazim diatur leluhur kita di Palembang ini. Sultan mempunyai seorang penasehat Agama dan seorang sekretaris. Juga didampingi pelaksana pemerintahan sehari-hari sebagai pelaksana harian dan didampingi oleh Kepala Pemerintahan setempat sebagai Kepala Daerah. Tiga orang sebagai anggota Dewan Menteri terdiri dari pangeran Natadiraja, pangeran Wiradinata dan pangeran Penghulu Nata Agama yang mengatur tentang seluruh permasalahan Agama Islam.


PERANG PALEMBANG PERTAMA – VOC (1659)
 






KERATON PALEMBANG (1821)