Selasa, 21 Juni 2011

Sejarah Tersembunyi Kong Hu Cu !



Lahir sekitar tahun 551 SM di kota kecil Lu, kini masuk wilayah propinsi Shantung di timur laut daratan Cina. Dalam usia muda ditinggal mati ayah, membuatnya hidup sengsara di samping ibunya.

Waktu berangkat dewasa dia jadi pegawai negeri kelas teri tapi sesudah selang beberapa tahun dia memutuskan mendingan copot diri saja. Sepanjang enam belas tahun berikutnya Kong Hu-Cu jadi guru, sedikit demi sedikit mencari pengaruh dan pengikut anutan filosofinya. Menginjak umur lima puluh tahun bintangnya mulai bersinar karena dia dapat kedudukan tinggi di pemerintahan kota Lu.

Sang nasib baik rupanya tidak selamanya ramah karena orang-orang yang dengki dengan ulah ini dan ulah itu menyeretnya ke pengadilan sehingga bukan saja berhasil mencopotnya dari kursi jabatan tapi juga membuatnya meninggalkan kota. Tak kurang dari tiga belas tahun lamanya Kong Hu-Cu berkelana ke mana kaki melangkah, jadi guru keliling, baru pulang kerumah asal lima tahun sebelum wafatnya tahun 479 SM.

Kong Hu-Cu kerap dianggap selaku pendiri sebuah agama; anggapan ini tentu saja meleset. Dia jarang sekali mengkaitkan ajarannya dengan keTuhanan, menolak perbincangan alam akhirat, dan mengelak tegas setiap omongan yang berhubungan dengan soal-soal metaflsika. Dia -tak lebih dan tak kurang- seorang filosof sekuler, cuma berurusan dengan masalah-masalah moral politik dan pribadi serta tingkah laku akhlak.

Ada dua nilai yang teramat penting, kata Kong Hu-Cu, yaitu “Yen” dan “Li:” “Yen” sering diterjemahkan dengan kata “Cinta,” tapi sebetulnya lebih kena diartikan “Keramah-tamahan dalam hubungan dengan seseorang.” “Li” dilukiskan sebagai gabungan antara tingkah laku, ibadah, adat kebiasaan, tatakrama dan sopan santun.

Pemujaan terhadap leluhur, dasar bin dasarnya kepercayaan orang Cina bahkan sebelum lahirnya Kong Hu-Cu, lebih diteguhkan lagi dengan titik berat kesetiaan kepada sanak keluarga dan penghormatan terhadap orang tua. Ajaran Kong Hu-Cu juga menggaris bawahi arti penting kemestian seorang istri menaruh hormat dan taat kepada suami serta kemestian serupa dari seorang warga kepada pemerintahannya. Ini agak berbeda dengan cerita-cerita rakyat Cina yang senantiasa menentang tiap bentuk tirani. Kong Hu-Cu yakin, adanya negara itu tak lain untuk melayani kepentingan rakyat, bukan terputar balik. Tak jemu-jemunya Kong Hu-Cu menekankan bahwa penguasa mesti memerintah pertama-tama berlandaskan beri contoh teladan yang moralis dan bukannya lewat main keras dan kemplang. Dan salah satu hukum ajarannya sedikit mirip dengan “Golden Rule” nya Nasrani yang berbunyi “Apa yang kamu tidak suka orang lain berbuat terhadap dirimu, jangan lakukan.”

Pokok pandangan utama Kong Hu-Cu dasarnya teramat konservatif. Menurut hematnya, jaman keemasan sudah lampau, dan dia menghimbau baik penguasa maupun rakyat supaya kembali asal, berpegang pada ukuran moral yang genah, tidak ngelantur. Kenyataan yang ada bukanlah perkara yang mudah dihadapi. Keinginan Kong Hu-Cu agar cara memerintah bukan main bentak, melainkan lewat tunjukkan suri teladan yang baik tidak begitu lancar pada awal-awal jamannya. Karena itu, Kong Hu-Cu lebih mendekati seorang pembaharu, seorang inovator ketimbang apa yang sesungguhnya jadi idamannya.

Kong Hu-Cu hidup di jaman dinasti Chou, masa menyuburnya kehidupan intelektual di Cina, sedangkan penguasa saat itu tidak menggubris sama sekali petuah-petuahnya. Baru sesudah dia wafatlah ajaran-ajarannya menyebar luas ke seluruh pojok Cina.

Berbetulan dengan munculnya dinasti Ch’in tahun 221 SM, mengalami masa yang amat suram. Kaisar Shih Huang Ti, kaisar pertama dinasti Ch’ing bertekat bulat membabat habis penganut Kong Hu-Cu dan memenggal mata rantai yang menghubungi masa lampau. Dikeluarkannya perintah harian menggencet lumat ajaran-ajaran Kong Hu-Cu dan menggerakkan baik spion maupun tukang pukul dan pengacau profesional untuk melakukan penggeledahan besar-besaran, merampas semua buku yang memuat ajaran Kong Hu-Cu dan dicemplungkan ke dalam api unggun sampai hancur jadi abu. Kebejatan berencana ini rupanya tidak juga mempan. Tatkala dinasti Ch’ing mendekati saat ambruknya, penganut-penganut Kong Hu-Cu bangkit kembali bara semangatnya dan mengobarkan lagi doktrin Kong Hu-Cu. Di masa dinasti berikutnya (dinasti Han tahun 206 SM – 220 M). Confucianisme menjadi filsafat resmi negara Cina.

Mulai dari masa dinasti Han, kaisar-kaisar Cina setingkat demi setingkat mengembangkan sistem seleksi bagi mereka yang ingin jadi pegawai negeri dengan jalan menempuh ujian agar yang jadi pegawai negeri jangan orang serampangan melainkan punya standar kualitas baik ketrampilan maupun moralnya. Lama-lama seleksi makin terarah dan berbobot: mencantumkan mata ujian filosofi dasar Kong Hu-Cu. Berhubung jadi pegawal negeri itu merupakan jenjang tangga menuju kesejahteraan material dan keterangkatan status sosial, harap dimaklumi apabila di antara para peminat terjadi pertarungan sengit berebut tempat. Akibat berikutnya, ber generasi-generasi pentolan-pentolan intelektual Cina dalam jumlah besar-besaran menekuni sampai mata berkunang-kunang khazanah tulisan-tulisan klasik Khong Hu-Cu. Dan, selama berabad-abad seluruh pegawai negeri Cina terdiri dari orang-orang pandangannya berpijak pada filosofi Kong Hu-Cu. Sistem ini (dengan hanya sedikit selingan) berlangsung hampir selama dua ribu tahun, mulai tahun 100 SM sampai 1900 M.

Tapi, Confucianisme bukanlah semata filsafat resmi pemerintahan Cina, tapi juga diterima dan dihayati oleh sebagian terbesar orang Cina, berpengaruh sampai ke dasar-dasar kalbu mereka, menjadi pandu arah berfikir selama jangka waktu lebih dari dua ribu tahun.

Ada beberapa sebab mengapa Confucianisme punya pengaruh yang begitu dahsyat pada orang Cina. Pertama, kejujuran dan kepolosan Kong Hu-Cu tak perlu diragukan lagi. Kedua, dia seorang yang moderat dan praktis serta tak minta keliwat banyak hal-hal yang memang tak sanggup dilaksanakan orang. Jika Kong Hu-Cu kepingin seseorang jadi terhormat, orang itu tidak usah bersusah payah menjadi orang suci terlebih dahulu. Dalam hal ini, seperti dalam hal ajaran-ajarannya yang lain, dia mencerminkan dan sekaligus menterjemahkan watak praktis orang Cina. Segi inilah kemungkinan yang menjadi faktor terpokok kesuksesan ajaran-ajaran Kong Hu-Cu. Kong Hu-Cu tidaklah meminta keliwat banyak. Misalnya dia tidak minta orang Cina menukar dasar-dasar kepercayaan lamanya. Malah kebalikannya, Kong Hu-Cu ikut menunjang dengan bahasa yang jelas bersih agar mereka tidak perlu beringsut. Tampaknya, tidak ada seorang filosof mana pun di dunia yang begitu dekat bersentuhan dalam hal pandangan-pandangan yang mendasar dengan penduduk seperti halnya Kong Hu-Cu.

Confucianisme yang menekankan rangkaian kewajiban-kewajiban yang ditujukan kepada pribadi-pribadi ketimbang menonjolkan hak-haknya -rasanya sukar dicerna dan kurang menarik bagi ukuran dunia Barat. Sebagai filosofi kenegaraan tampak luar biasa efektif. Diukur dari sudut kemampuan memelihara kerukunan dan kesejahteraan dalam negeri Cina dalam jangka waktu tak kurang dari dua ribu tahun, jelaslah dapat disejajarkan dengan bentuk-bentuk pemerintahan terbaik di dunia.

Gagasan filosofi Kong Hu-Cu yang berakar dari kultur Cina, tidaklah berpengaruh banyak di luar wilayah Asia Timur. Di Korea dan Jepang memang kentara pengaruhnya dan ini disebabkan kedua negeri itu memang sangat dipengaruhi oleh kultur Cina.

Saat ini Confucianisme berada dalam keadaan guram di Cina. Masalahnya, pemerintah Komunis berusaha sekuat tenaga agar kaitan alam pikiran penduduk dengan masa lampau terputus samasekali. Dengan gigih dan sistematik Confucianisme digempur habis sehingga besar kemungkinan suatu saat yang tidak begitu jauh Confucianisme lenyap dari bumi Cina. Tapi karena di masa lampau, akar tunggang Confilcianisme begitu dalam menghunjam di bumi Cina, bukan mustahil -entah seratus atau seratus lima puluh lahun yang akan datang – beberapa filosof Cina sanggup mengawinkan dua gagasan besar: Confucianisme dan ajaran ajaran Mao Tse-Tung.

Selasa, 07 Juni 2011

SYAIR MUHAMMAD IQBAL

engkaulah pengawal terpercaya untuk rahasia azali
dan untuk Penguasa alam ini
engkaulah tangan kanan dan kiri

engkaulah dibentuk dari debu
namun kau tegakkan dunia
dan kau lestarikan bangsa manusia

reguklah piala penuh keyakinan
dan bangkitlah dari lumpur wasangka dan kekhawatiran
bangunlah dari nyenyak tidurmu
yang lama sudah
menyiksa pedih jiwamu

Barat tempatmu tergantung
telah menipu otakmu
dan menyihir jiwamu
Barat tempatmu tergantung
telah menipu dirimu
sekali dengan bujuk halus dan rayuan
sekali dengan belenggu dan jeratan
kali ini diperankannya Syirin
dan kali lain Perves

orang-orang Eropa di zaman modern
telah memerankan Jengis Khan dan Hulaka
dan dunia pun hancur binasa
oleh serbuan dan serangan mereka

wahai pembina Masjid Haram
wahai khalifah Ibrahim
bangkit dan buatkanlah dunia baru
bangunlah dari nyenyak tidurmu
yang begitu lama
merejammu dalam duka nestapa



Hai penduduk Benua Barat

Bumi Tuhan bukanlah kedai

Apa yang kalian anggap berharga

Kelak kan ternyata tak bernilai


Titik yang berkilau yang disebut diri

Selalu memendarkan percikan kehidupan didalam tubuh kita.

Melalui cinta ia semakin bertahan,

Semakin hidup semakin kukuh, dan semakin berkilau.

Melalui cinta esensinya berkobar

Dan perbendaharaan tresembunyinya berkembang

Diri membutuhkan api dari cinta

Dan belajar bagaimana mencahayai cahaya dengan api.

Adalah cinta yang membawa kedamaian dan

begitupun dengan konflik di dunia ini

Cinta adalah air kehidupan dan

juga adalah pedang tajam

Belajar seni menjadi pencinta dan berhasrat mencinta.

Berjuang mencapai mata Nuh dan

Mengidamkan hati Ya’qub.

Menyingkap alkimia di tangan berlumpur

Dan mencium gerbang kemuliaan.



Dia beristirahat dalam pelukan Gau Hira

Dan membangun bangsa, konstitusi dan pemerintahann.

Malam demi malam berlalu

Dengan isi ranjang menemukannya dalam keadaan jaga

Denagan demikian rakyatnya dapat beristirahat

Di atas singgasana Khusaw


Ribuan citra disusun, dipahat dan dihapus

Agar citramu dapat diukir dalam tablet wujud

Ribuan pengaduan dan air mata

Disemai dan disebarkan di dalam jiwa

Agar seruan shalat dapat mengembang

Sepanjang manusia berada dalam peperangan

Dengan jiwa-jiwa mulia

Dan ia menyenangi para penyembah Tuhan-tuhan

yang salah

Dan kata monotaisme

menemukan ekspresi melalui bibir-bibir

Pusat lingkaran semesta adalah La Ilah

Adalah kekuatan yang menjaga langit agar

Tetap berputar.



Engkau orang yang memegang buku mu

Harus melangkah maju di medan aksi

Pikiran manusia selalu mencari baru

Tidak pernah berhenti sepanjang zaman

Lagi, dia membangun biara Azar

Dan telah mencipta satu Tuhan, lebih baru ketimbang yang lain,

Yang kesenagannya terletak pada

Mengalirkan darah para penyembahnya,

Namanya banyak: warna, Negara, dan ras?



Melodi Perpisahan boleh menggema atau tidak

Bunyi nafiri boleh menggema atau tidak

Saat si Fakir telah sampai ketempat terakhir

Pujangga lain boleh datang atau tidak

Jumat, 01 April 2011



Minggu, 20/03/11 lalu PalComTech Lahat bekerja sama dengan Club Desain dari PalComTech Palembang “Pioner Club” mengelar acara Seni Melipat Kertas yang biasa di kenal dengan nama “Papercraft”. Seni melipat ini tentunya bukan hal yang tidak biasa, siapapun yang sudah pernah melewati Taman Kanak-kanak pasti sudah pernah mempelajari membuat bentuk dengan Melipat Kertas. Papercraft beberapa tahun belakangan ini telah berkembang sangat pesat sehingga kita melihat begitu banyak wujud papercraft, mulai dari yang sederhana sampai dengan yang rumit.

Kedatangan Tim Pioner Club disambut sangat meriah oleh segenap siswa PalComTech Lahat yang hadir sebagai peserta seminar sekaligus anak dari Club Desain Grafis Lahat. Tak lupa pula kami mengundang siswa/i Perwakilan sekolah SMA/SMK/MA di Kabupaten Lahat untuk menghadiri seminar Papercraft tersebut. Karena peserta sangat antusias maka kami membagi menjadi 2 kelas.


Dari daftar yang diterima dari AO terdapat 14 Siswa SMA/SMK yang menjadi perwakilan sekolahnya masing-masing dan sekitar 25 siswa dari PalComTech Lahat. Disini team Pioner Club, memberikan info penting tentang perkembangan Dunia Papercraft, bagaimana cara mendesain kertas dengan aplikasi Corel Draw, menggunting kertas, sampai dengan melipat sesuai petunjuk lipat.

Kelihatan seperti mudah tetapi setelah di pelajari membuat Papercraft haruslah di butuhkan ketelitian dan kesabaran, supaya menghasilkan karya yang sempurna. Adapun berbagai contoh hasil Papercraft yang berhasil dibuat siswa PalComTech Lahat diantaranya seperti Tupai, Kucing, Mobil, Spongbob, Marmut, serta masih banyak lagi hasil karya yang lain.


Jadi di harapkan bagi temen-temen semua yang sudah mengikuti seminar Papercraft ini bisa mengembangkan minat dan bakatnya terutama di bidang desain dan seminar ini bisa bermanfaat bagi kehidupan di kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum tentunya. Serta dengan adanya banyak orang yang mempunyai minat desain tersebut bisa membuat dunia kita lebih berwarna dan mempunyai keratifitas yang tinggi tidak kalah saing dengan dunia internasional. Seperti Jepang, AS, Korea dan negara-negara maju lainnya.

papercraft.....


Ayo Berkreasi dengan Papercraft
Ada yang pernah dengar istilah Papercraft?? Atau ada yang belum kenal sama sekali??. Tenang buat yang belum tau apa sih papercraft itu berikut ini ada sekilas sejarah mengenai awal mulanya kemunculan papercraft.


Apa sih Papercraft itu ???


Papercraft merupakan turunan dari seni melipat kertas seperti origami, sedangkan origami adalah proses pembuatan kertas dengan melipat kertas tanpa menggunakan lem tetapi dalam pembuatan papercraft ada menyangkut menggunting kertas, menempel kertas dan melipat kertas. Setiap kertas yang telah di guting kemudian dilipat dan direkatkan. Papercraft lebih populer di negara Eropa dan Jepang dibandingkan di Amerika Serikat. Awalnya papercraft ini dicetak di majalah pada abad ke 20 yang dinamakan card modeling. Pernahkah anda membeli majalah kemudian terdapat sebuah gambar atau poster yang mengharuskan anda melipat dan menggunting, inilah masa awalnya papercraft muncul. Popularitas papercraft juga dimulai semenjak perang dunia ke II dimana kertas pada saat itu tidak ada batasan dalam produksinya. Pada tahun 1941 Inggris menerbitkan 100 model yang berbeda dan sangat populer termasuk papercraft arsitektur, kapal laut, dan pesawat.


Nah, sekarang sudah jelaskan apa yang dimaksud dengan papercraft? Sebagai salah satu bentuk kegiatan untuk menyalurkan kreatifitas kita melalui papercraft, maka lembaga pendidikan PalComTech mengadakan kegiatan belajar bersama menuangkan ide-ide dan imajinasi menggunakan media kertas tersebut. Kegiatan pembuka digelar di lembaga pendidikan PalComTech cabang Prabumulih. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari, Sabtu, 19 Maret 2011 di ruang kelas yang terletak di lantai dua gedung PalComTech Prabumulih. Berlangsung mulai pukul 10.30 – 16.00 wib. Sebagai pembimbing dalam memberikan penjelasan dan materi mengenai papercraft langsung di jelaskan oleh tim club design dari PalComTech Pusat, Palembang yang beranggotakan sebanyak 4 orang tersebut. Selain dihadiri oleh siswa-siswi Program Profesional 1 tahun dari PalComTech cabang Prabumulih acara tersebut juga dihadiri oleh adik-adik perwakilan dari SMA/SMK se-kota Prabumulih. Tentunya rasa antusias tergambar dari wajah masing-masing peserta.



Acara dibuka dengan perkenalan oleh tim dari PalComTech Palembang, yang pada hari itu kompak mengenakan jaket almamater berwarna hitam, sebagai identitas dari warga belajar PalComTech. Kemudian acara dilanjutkan dengan penjelasan awal mengenai sejarah dan pengertian dari papercraft itu sendiri. Kemudian masuk ke acara inti yakni, praktek pembuatan design atau pola papercraft langsung menggunakan corel draw. Pandangan para peserta tertuju pada layar komputer yang berada di depan mereka. Ya, dalam membuat papercraft ini selain membutuhkan kretifitas tentunya perlu ketelitan dan kesabaran. Selanjutnya design atau pola yang telah mereka buat, langsung dicetak menggunakan kertas khusus untuk kemudian digunting dan dilipat sesuai dengan pola yang telah dibentuk sebelumnya. Sebelum lanjut ke proses berikutnya, pada pukul 13.00 wib para peserta istirahat makan siang. Setelah istirahat kurang lebih 30 menit acara kembali dilanjutkan.



Kali ini memasuki proses finishing. Dalam tahap ini mulai terlihat hasil yang dibuat oleh para peserta. Ada yang berbentuk hewan tupai, kangguru, katak, dan hewan lainnya. Senyum sumringah pun tergambar dari masing-masing peserta karena kerja keras mereka sudah terlihat hasilnya. Namun, tidak sedikit dari para peserta yang masih terlihat bingung dan sibuk menggabungkan beberapa pola yang ada di tangan mereka. Emmm…..buat para peserta yang belum berhasil menggabungkan polanya, jangan khawatir kalian bisa berlatih sendiri di rumah karena tim design dari PalComTech Palembang juga memberikan pola yang telah dicetak dan siap digunting serta dirangkai sesuai dengan pola yang telah di tentukan.


Tentunya kegiatan pada hari itu membawa pengalaman tersendiri bagi mereka yang hadir, selain bisa mendapatkan ilmu pengetahan dan wawasan, mereka juga bisa melatih kestabilan emosi dan jiwa. Lho kok bisa?? Emm….asal kita tahu ternyata papercraft bukan sekedar seni kreatifitas atau sebagai hiasan semata, ternyata papercraft juga bisa untuk meningkatkan kreatifitas kita. Selain itu papercraft juga melatih kesabaran serta tingkat kontrol emosi kita dan juga bisa melatih tingkat stress pada diri kita. Semakin sering mengerjakan papercraft maka semakin kreatif pikiran kita dan semakin terjaganya kestabilan emosi pada diri kita tentunya. Terlebih jika ingin ke tahap lebih lanjut, papercraft juga bisa dijadikan barang ekonomis, hasil karya kita bisa dijual kepada orang lain sehingga kita bisa memperoleh penghasilan. Wah…wah banyak banget keuntungan yang bisa kita ambil dari papercraft asyik ya…. Nah mulai sekarang ayo kita berkreatifitas dengan papercraft…! Dijamin asyik dan seru loh.http://news.palcomtech.com/2010/10/05/belajar-bikin-paper-craft-di-klub-desain-palcomtech/
Ayo Berkreasi dengan Papercraft !
Published on March 22, 2011 by Indah Melati · 12 Comments



Ada yang pernah dengar istilah Papercraft?? Atau ada yang belum kenal sama sekali??. Tenang buat yang belum tau apa sih papercraft itu berikut ini ada sekilas sejarah mengenai awal mulanya kemunculan papercraft.


Apa sih Papercraft itu ???


Papercraft merupakan turunan dari seni melipat kertas seperti origami, sedangkan origami adalah proses pembuatan kertas dengan melipat kertas tanpa menggunakan lem tetapi dalam pembuatan papercraft ada menyangkut menggunting kertas, menempel kertas dan melipat kertas. Setiap kertas yang telah di guting kemudian dilipat dan direkatkan. Papercraft lebih populer di negara Eropa dan Jepang dibandingkan di Amerika Serikat. Awalnya papercraft ini dicetak di majalah pada abad ke 20 yang dinamakan card modeling. Pernahkah anda membeli majalah kemudian terdapat sebuah gambar atau poster yang mengharuskan anda melipat dan menggunting, inilah masa awalnya papercraft muncul. Popularitas papercraft juga dimulai semenjak perang dunia ke II dimana kertas pada saat itu tidak ada batasan dalam produksinya. Pada tahun 1941 Inggris menerbitkan 100 model yang berbeda dan sangat populer termasuk papercraft arsitektur, kapal laut, dan pesawat.


Nah, sekarang sudah jelaskan apa yang dimaksud dengan papercraft? Sebagai salah satu bentuk kegiatan untuk menyalurkan kreatifitas kita melalui papercraft, maka lembaga pendidikan PalComTech mengadakan kegiatan belajar bersama menuangkan ide-ide dan imajinasi menggunakan media kertas tersebut. Kegiatan pembuka digelar di lembaga pendidikan PalComTech cabang Prabumulih. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari, Sabtu, 19 Maret 2011 di ruang kelas yang terletak di lantai dua gedung PalComTech Prabumulih. Berlangsung mulai pukul 10.30 – 16.00 wib. Sebagai pembimbing dalam memberikan penjelasan dan materi mengenai papercraft langsung di jelaskan oleh tim club design dari PalComTech Pusat, Palembang yang beranggotakan sebanyak 4 orang tersebut. Selain dihadiri oleh siswa-siswi Program Profesional 1 tahun dari PalComTech cabang Prabumulih acara tersebut juga dihadiri oleh adik-adik perwakilan dari SMA/SMK se-kota Prabumulih. Tentunya rasa antusias tergambar dari wajah masing-masing peserta.



Acara dibuka dengan perkenalan oleh tim dari PalComTech Palembang, yang pada hari itu kompak mengenakan jaket almamater berwarna hitam, sebagai identitas dari warga belajar PalComTech. Kemudian acara dilanjutkan dengan penjelasan awal mengenai sejarah dan pengertian dari papercraft itu sendiri. Kemudian masuk ke acara inti yakni, praktek pembuatan design atau pola papercraft langsung menggunakan corel draw. Pandangan para peserta tertuju pada layar komputer yang berada di depan mereka. Ya, dalam membuat papercraft ini selain membutuhkan kretifitas tentunya perlu ketelitan dan kesabaran. Selanjutnya design atau pola yang telah mereka buat, langsung dicetak menggunakan kertas khusus untuk kemudian digunting dan dilipat sesuai dengan pola yang telah dibentuk sebelumnya. Sebelum lanjut ke proses berikutnya, pada pukul 13.00 wib para peserta istirahat makan siang. Setelah istirahat kurang lebih 30 menit acara kembali dilanjutkan.



Kali ini memasuki proses finishing. Dalam tahap ini mulai terlihat hasil yang dibuat oleh para peserta. Ada yang berbentuk hewan tupai, kangguru, katak, dan hewan lainnya. Senyum sumringah pun tergambar dari masing-masing peserta karena kerja keras mereka sudah terlihat hasilnya. Namun, tidak sedikit dari para peserta yang masih terlihat bingung dan sibuk menggabungkan beberapa pola yang ada di tangan mereka. Emmm…..buat para peserta yang belum berhasil menggabungkan polanya, jangan khawatir kalian bisa berlatih sendiri di rumah karena tim design dari PalComTech Palembang juga memberikan pola yang telah dicetak dan siap digunting serta dirangkai sesuai dengan pola yang telah di tentukan.


Tentunya kegiatan pada hari itu membawa pengalaman tersendiri bagi mereka yang hadir, selain bisa mendapatkan ilmu pengetahan dan wawasan, mereka juga bisa melatih kestabilan emosi dan jiwa. Lho kok bisa?? Emm….asal kita tahu ternyata papercraft bukan sekedar seni kreatifitas atau sebagai hiasan semata, ternyata papercraft juga bisa untuk meningkatkan kreatifitas kita. Selain itu papercraft juga melatih kesabaran serta tingkat kontrol emosi kita dan juga bisa melatih tingkat stress pada diri kita. Semakin sering mengerjakan papercraft maka semakin kreatif pikiran kita dan semakin terjaganya kestabilan emosi pada diri kita tentunya. Terlebih jika ingin ke tahap lebih lanjut, papercraft juga bisa dijadikan barang ekonomis, hasil karya kita bisa dijual kepada orang lain sehingga kita bisa memperoleh penghasilan. Wah…wah banyak banget keuntungan yang bisa kita ambil dari papercraft asyik ya…. Nah mulai sekarang ayo kita berkreatifitas dengan papercraft…! Dijamin asyik dan seru loh.
Indah Melati,