engkaulah pengawal terpercaya untuk rahasia azali
dan untuk Penguasa alam ini
engkaulah tangan kanan dan kiri
engkaulah dibentuk dari debu
namun kau tegakkan dunia
dan kau lestarikan bangsa manusia
reguklah piala penuh keyakinan
dan bangkitlah dari lumpur wasangka dan kekhawatiran
bangunlah dari nyenyak tidurmu
yang lama sudah
menyiksa pedih jiwamu
Barat tempatmu tergantung
telah menipu otakmu
dan menyihir jiwamu
Barat tempatmu tergantung
telah menipu dirimu
sekali dengan bujuk halus dan rayuan
sekali dengan belenggu dan jeratan
kali ini diperankannya Syirin
dan kali lain Perves
orang-orang Eropa di zaman modern
telah memerankan Jengis Khan dan Hulaka
dan dunia pun hancur binasa
oleh serbuan dan serangan mereka
wahai pembina Masjid Haram
wahai khalifah Ibrahim
bangkit dan buatkanlah dunia baru
bangunlah dari nyenyak tidurmu
yang begitu lama
merejammu dalam duka nestapa
Hai penduduk Benua Barat
Bumi Tuhan bukanlah kedai
Apa yang kalian anggap berharga
Kelak kan ternyata tak bernilai
Titik yang berkilau yang disebut diri
Selalu memendarkan percikan kehidupan didalam tubuh kita.
Melalui cinta ia semakin bertahan,
Semakin hidup semakin kukuh, dan semakin berkilau.
Melalui cinta esensinya berkobar
Dan perbendaharaan tresembunyinya berkembang
Diri membutuhkan api dari cinta
Dan belajar bagaimana mencahayai cahaya dengan api.
Adalah cinta yang membawa kedamaian dan
begitupun dengan konflik di dunia ini
Cinta adalah air kehidupan dan
juga adalah pedang tajam
Belajar seni menjadi pencinta dan berhasrat mencinta.
Berjuang mencapai mata Nuh dan
Mengidamkan hati Ya’qub.
Menyingkap alkimia di tangan berlumpur
Dan mencium gerbang kemuliaan.
Dia beristirahat dalam pelukan Gau Hira
Dan membangun bangsa, konstitusi dan pemerintahann.
Malam demi malam berlalu
Dengan isi ranjang menemukannya dalam keadaan jaga
Denagan demikian rakyatnya dapat beristirahat
Di atas singgasana Khusaw
Ribuan citra disusun, dipahat dan dihapus
Agar citramu dapat diukir dalam tablet wujud
Ribuan pengaduan dan air mata
Disemai dan disebarkan di dalam jiwa
Agar seruan shalat dapat mengembang
Sepanjang manusia berada dalam peperangan
Dengan jiwa-jiwa mulia
Dan ia menyenangi para penyembah Tuhan-tuhan
yang salah
Dan kata monotaisme
menemukan ekspresi melalui bibir-bibir
Pusat lingkaran semesta adalah La Ilah
Adalah kekuatan yang menjaga langit agar
Tetap berputar.
Engkau orang yang memegang buku mu
Harus melangkah maju di medan aksi
Pikiran manusia selalu mencari baru
Tidak pernah berhenti sepanjang zaman
Lagi, dia membangun biara Azar
Dan telah mencipta satu Tuhan, lebih baru ketimbang yang lain,
Yang kesenagannya terletak pada
Mengalirkan darah para penyembahnya,
Namanya banyak: warna, Negara, dan ras?
Melodi Perpisahan boleh menggema atau tidak
Bunyi nafiri boleh menggema atau tidak
Saat si Fakir telah sampai ketempat terakhir
Pujangga lain boleh datang atau tidak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar